Connect with us

Daerah

Polsek Donomulyo, Giat Ops Yustisi Tentang Penerapan Protokol Kesehatan (PROKES).

Published

on

Malang-basudewanews.com, Giat ops yustisi dan pembagian masker yang dilakukan Polsek Donomulyo, adalah langkah awal pendisiplinan masyarakat Kabupaten Malang guna menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Sesuai instruksi Mendagri nomor 15 tahun 2021 dan Pergub Jatim nomor 53 tahun 2020 juga Perbup Malang nomor 188 tahun 2021, di simpang 4 Desa Tulungrejo, Kec.Donomulyo telah dilaksanakan Giat Operasi Yustisi dan Pembagian Masker.

Melalui pantauan dilapangan, tampak Kanit Sabhara, Aiptu Hasyim Ashari, Kanit Provos Aipda Hayu Cahya dengan dibantu Koramil, Yolla Putra, Serka Budi dan Trantib Kecamatan Donomulyo, Pitoyo serta Satgas Covid19 Kecamatan Donomulyo,Endri, Yoyok juga didampingi Kepala Desa Tulungrejo, Nuryadi bersama 5 staff Desa, menjalin sinergi guna menerapkan prokes dan memberi edukasi tentang bahaya virus Covid19.

Adapun, sasaran dari giat tersebut, yakni,
masyarakat pengguna jalan raya Tajinan yang kedapatan tidak menggunakan masker sesuai Protokol Kesehatan yang telah ditentukan sesuai dengan PPKM mikro.

Edukasi dalam pelaksanaan giat yustisi berupa memberikan teguran secara humanis serta diberikan masker.

Melalui teguran tersebut, jika warga tidak mengindahkan PROKES maka akan dilakukan penindakan berupa, sanksi yaitu, kerja sosial serta diperintahkan membuat Surat Pernyataan.

Hal ini teepaksa dilakukan agar ada efek jera. Intinya, masyarakat untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Pelaksanaan giat dalam rangka antisipasi penyebaran Virus Corona dalam Masa adaptasi kebiasaan baru untuk pembubaran massa secara tegas namun, humanis. Mengingat penyebaran Covid -19 semakin bertambah.

Dari data yang berhasil dihimpun, 3 orang dilakukan teguran lisan, 3 orang teguran secara tertulis dan pembagian masker. Sedangkan, sanksi denda maupun sanksi sosial tidak tampak dalam data yang diterima tim basudewanews com.

Sementara, Kapolsek Donomulyo, Didik Dwiyanto, saat ditemui mengatakan,
pelaksanaan kegiatan tersebut, bertujuan untuk mengurangi dan mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) serta Menjaga HARKAMTIBMAS di wilayah Kecamatan, Donomulyo, Kabupaten Malang.

Ia menambahkan, ” selama giat Ops berlangsung telah berjalan aman dan kondusif mas !,” ucapnya.                 MET.

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending