Jaksa Sebut, 77 Invoice Tidak Tercatat Di Perusahaan Unsur Pidana Para Terdakwa Sangat Terpenuhi.

53

Surabaya-basudewanews.com, 77 invoice pembelian bahan baku plat baja tidak tercatat di perusahaan pada medio 2017, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis sebut, peristiwanya adalah pemalsuan.

Dalam hal ini, Direktur, Antony Tanuwidjaja (terdakwa) dan Direktur Utama, Diana Tanuwidjaja (terdakwa) PT.Bukit Baja Anugrah (BBA) menerima kucuran dana pinjaman bank Danamon Open Account Financing OAF (pemberian fasilitas pembiayaan berdasarkan penilaian resiko korporat) mencairkan dana pinjaman sesuai kebutuhannya yang ditujukan ke rekening pribadi Direktur, PT. Perwira Asia Baja Tama (PAB) Ali Suwito (terdakwa).

Atas lantaran, Direktur PT.PAB Ali Suwito (terdakwa) turut andil bikin invoice seolah-olah ada jual beli baja dengan PT.BBA. Padahal secara fakta tidak ada jual-beli (fiktif) maka cair-lah kucuran pinjaman dan meski Ali Suwito (terdakwa) sudah mengembalikan semua dana ke PT.BBA berarti perbuatannya sudah terjadi.
” Kalaupun Ali Suwito (terdakwa) sudah mengembalikan uang ke PT.BBA apa perkara lunas ?, ya tidak ! , ” ucap JPU.

Dipersidangan, Kamis (29/7/2021) JPU hadirkan 4 orang guna dimintai keterangan sebagai saksi. Adapun, Edi Wijaya mengawali keterangannya berupa, pada medio 2017 PT.PAB ada kerjasama dengan PT.BBA. Dalam kerjasama semua transaksi ditandatangani Dirut dan proses pembayaran harus ke rekening perusahaan.
” Pembayaran atas transaksi harusnya ke rekening perusahaan. Tidak dibenarkan pembayaran atas transaksi dikirim ke rekening pribadi “, ujarnya.

Hal lain, disampaikan, saat ia dipanggil Mabes Polri sebagai saksi berkaitan dengan transaksi yang tidak diketahui perusahaan dan semua transaksi yang menandatangani Dirut Ali Suwito (terdakwa) juga proses pembayaran ke rekening pribadi tidak dibenarkan serta invoice dibuat Dirut tidak tercatat di perusahaan.

Masih menurutnya, awalnya, transaksi kedua perusahaan ada transaksi resmi kemudian ia tidak tahu terkait memo internal (pinjaman bank Danamon) yaitu, kebijakan khusus bisa melalui rekening pribadi.

Usai saksi sampaikan keterangan, Majelis Hakim, Suparno, memberikan kesempatan terhadap Ali Suwito (terdakwa).

Dikesempatan yang diberikan Ali Suwito (terdakwa) sampaikan keberatan atas keterangan saksi namun, terdakwa mengakui transaksi 77 tidak tercatat di perusahaan.

Selanjutnya, Dian Mayasari karyawan PT.PAB dalam keterangannya, mengatakan, ia bertugas bagian keuangan mengetahui
semua transaksi keuangan perusahaan. Bahwa PT.PAB dan PT.BBA ada kerjasama jual beli plat baja sejak 2017.

Keterangan lainnya, ia pernah di panggil Bareskrim Polri menyampaikan, invoice ditunjukkan oleh, Bareskrim terkait, perbedaan dua invoice.
” Diatas invoice ada kop, bertuliskan nama perusahaan namun, pencantuman rekening pribadi tidak dibenarkan ,” tuturnya.

Salah satu dari 2 invoice yang ditunjukkan Bareskrim Polri tidak tercatat di perusahaan dan ada 77 invoice. Terkait dana 200 Milyard tidak ada pembukuan di perusahaan.

Sedangkan, Roro Cathy karyawan Danamon pusat Jakarta menyampaikan, ia ketahui PT.BBA tersangkut masalah di Danamon.
Pada medio 2017 kredit dikucurkan ke PT. BBA, 65 M. Jenis kredit yang dipermasalahkan OAF dengan 77 transaksi.

Keterangan lainnya, disampaikan, bahwa PT.PAB bukan nasabah Danamon namun, dalam dokumen PT.PAB suplai PT. BBA ada memo intern dalam pinjaman kredit.

Syarat pencairan yakni, pemberian fasilitas ke perorangan, pembayaran dapat dilakukan dengan invoice saja yanh didukung Delivery Order (DO).
” Kucuran dicairkan sesuai invoice, DO yang dikeluarkan selama 30 hari. Dalam pinjaman
tersebut, dimonitor oleh, kantor cabang Surabaya ,” tuturnya.

Menurutnya, pencairan sudah sesuai prosedur yakni, pencairan ke PT.BBA dulu lalu ke PT.BBA (supplier) yang dikirim ke rekening pribadi Ali Suwito (terdakwa).

Persyaratan pencairan lainnya, selain DO, pihak PT.BBA yang dikuasakan.
Permohonan pembiayaan Diana atau Antony (PT.BBA) untuk invoice, saksi katakan, tidak ketahui karena itu hubungan nasabah.
” Untuk pembayaran secara instruksi ke rekening pribadi Ali Suwito (terdakwa) dan permohonan pencairan ditandatangani Diana Tanuwidjaja atau Antony Tanuwidjaja (terdakwa) ,” paparnya.

Saat pencairan dilakukan sudah terhitung hutang PT.BBA. Dari hutang sudah ada pembayaran dan out standing 46 Milyard.

Melalui informasi saksi mengetahui, setelah sesuai persyaratan lalu di proses.
Komite kredit beri instruksi di awal penerimaan dana ke Ali Suwito (terdakwa) lantaran, permintaan debitur PT.BBA dan sepanjang tidak dicabut pencairan tetap dilakukan.
” Dirut PT.BBA instruksikan bank Danamon lakukan pencairan yang diteruskan ke PT.PAB (rekening pribadi Ali Suwito). Pihaknya jalankan proses PT.BBA tidak ada hubungannya dengan suplier ,” terangnya.

Selanjutnya, dalam keterangan, Sutikno Budiman eks karyawan Danamon di Jalan. Gubernur Suryo Surabaya, mengatakan, ia
sebagai Bisnis Manager (BM) pernah tangani pengajuan pinjaman PT.BBA.

Masih menurutnya, PT.BBA miliki suplier salah satunya, PT.PAB. Masuknya PT.PAB sesuai prosedur dan tambahan suplier ada memo intern yang ditandatangani, marketing, BM, pimpinan, RIS 3 orang dan bisnis head.

Hal kunjungan disampaikan saksi pada medio Agustus 2018, di PT.BBA ditemui Antony. Hasil kunjungan saksi sampaikan, bahwa Antony Tanuwidjaja (terdakwa) memberikan penjelasan berupa, ia sudah tidak bisa bayar karena perusahaan sudah rugi.

Saksi menyinggung kenapa dalam dokumen audit disebutkan perusahaan PT.BBA untung?. Saat itu, Antony Tanuwidjaja (terdakwa) memberikan jawaban itu bohong-bohongan, barang saja semuanya ambil dari supplier.

Fakta dipersidangan, Ali Suwito (terdakwa) dari PT.PAB mengakui telah mengembalikan uang ke PT.BBA sedangkan, Antony Tanuwidjaja memberikan pengakuan telah mengamini keterangan Sutikno Budiman.

Secara terpisah JPU, mengatakan, keterangan 4 saksi telah memperkuat dakwaannya sebagainya jeratan pasalnya, 263, 378 Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
MET.