Steven Richard Gelapkan Voucher Dari Sponsor Bank HSBC Dan BRI Senilai 4 Milyard, Kembali Diadili.

34

Surabaya-basudewanews.com, Direktur PT.Surya Kreasi Smartindo (SKS), Steven Richard kembali diadili atas sangkaan menggelapkan voucher sebesar 4 Milyard milik PT.Hartono Surya Elektronik.

Dipersidangan, tampak Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim,Hari Basuki dan Novanto hadirkan 2 orang guna dimintai keterangan sebagai saksi.

Melisa Susanto karyawan HSBC mengawali keterangannya berupa, sebagai manager partnership terkait perkara yang melibatkan terdakwa, diketahui ada kerjasama dengan PT.Hartono Surya Elektronik. Ia memberikan dana sponsor sebesar 400 Juta pada medio 2018.

Dana sponsor yang diberikan ke rekening PT. Hartono Surya Elektronik sebagai imbal balik penggunaan kartu kredit di Hartono elektronika.

Terkait, penggelapan voucher, terdakwa beralasan bahwa HSBC meminta voucher oleh saksi ditampik berupa, ia atau HSBC tidak pernah meminta voucher di Hartono Surya Elektronik.

Masih menurutnya, ia pernah terima telepon dari PT.Hartono Surya Elektronik, Roy mengkonfirmasi HSBC adanya permintaan kembali dalam bentuk voucher. Melalui tanggapan konfirmasi tersebut, ia menjelaskan tidak pernah ada permintaan voucher dari HSBC.
” Ia tidak pernah terima apapun termasuk permintaan voucher ,” ujarnya.

Sedangkan, karyawan bank BRI wilayah Surabaya, M.Ilham, dalam keterangannya, mengamini kerjasama sponsor dengan PT.Hartono Surya Elektronik.

Secara teknis kerjasama ini di support pusat dan persetujuan (agreement) dari kanwil Surabaya, dan operasi dikendalikan cabang.

Setahu saksi, pada medio 2019 hingga 2020 ada kerjasama dana tunai sponsor dengan target tertentu.Program kartu kredit dana yang dicairkan ke PT. Hartono Surya Elektronik sebesar 200 Juta dan 300 Juta.

Dana diberikan diawal program, untuk
pengunaan dana seharusnya, PT. Hartono Surya Elektronik ada target kartu kredit baik promo Reguler dari BRI atau PT.Hartono Surya Elektronik.

Masih menurutnya, jika target tidak terlampaui dan sisa dana yang sudah dikirim ke PT. Hartono Surya Elektronik akan dilanjutkan pada program berikutnya.

Terkait, kerjasama diketahui saksi, PT.Hartono Surya Elektronik diwakili oleh, terdakwa. Sedangkan, terdakwa sudah keluar dari PT.Hartono Surya Elektronik,saksi tidak mengetahui dan dana sponsor sepenuhnya untuk pengelolaan.

Ia menambahkan, harapan bank BRI memberi dana sponsor agar volume transaksi melalui kartu kredit terdongkrak.
” Dana sponsor untuk program transaksi kartu kredit bank BRI bisa naik. Untuk detail program saksi belum menerima,” ucapnya.

Atas perbuatan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim,  menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 KUHP.                    MET.