Connect with us

Peristiwa

Tetap Waspada, RKPS Sterilisasi Penyemprotan Sanitasi Kampung Pakis Surabaya.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Dilanjutkan nya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang dimulai sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021, beberapa penyesuaian akan dilakukan bertahap terkait mobilitas masyarakat justru RKPS tetap waspada akan aspek kesehatan masyarakat khususnya, di Pakis Sidorejo II A Surabaya, Rabu (28/7/2021).

Tingkat kewaspadaan Relawan Kesehatan Pendidikan dan Sosial (RKPS) direalisasi melalui sterilisasi penyemprotan sanitasi.

Sebagaimana diketahui secara umum, RKPS adalah binaan Dewan komisi A, Budi Leksono bekerja keras memberikan layanan bantuan terhadap warga Surabaya.

Dari data yang berhasil dihimpun, basudewanews.com, RKPS tampak mengunjungi Wakil Ketua Rukun Tetangga (RT), guna koordinasi untuk mewujudkan upaya sterilisasi penyemprotan sanitasi.

Usai sterilisasi penyemprotan sanitasi,wakil RT, nyonya Budi, menyampaikan, sebelumnya ia menghubungi puskesmas agar kampung Pakis Sidorejo II A Surabaya, agar dilakukan penyemprotan. Sayangnya, pihak puskesmas tidak menyediakan sterilisasi penyemprotan.

Lebih lanjut, ia terus berupaya mencari informasi layanan sterilisasi penyemprotan. Dari aplikasi Instagram (IG) RKPS siap memberikan layanan bantuan salah satunya, yaitu, penyemprotan sanitasi.
” Melalui IG , dirinya menghubungi RKPS untuk meminta bantuan penyemprotan sanitasi. Alhasil, ternyata RKPS memberi respons maka dilakukanlah penyemprotan ,” tuturnya.

Ia berharap, RKPS akan terus eksis melayani warga Surabaya, guna memberikan bantuan.
Dalam hal ini, RKPS tidak hanya memberikan layanan bantuan Kesehatan namun juga memberikan pendampingan pasien ke RS, pendampingan pendidikan maupun Sosial.
YOK.

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending