Connect with us

Hukrim

Direktur PT. Rama Bintang Indonesia, Pungkiri Di Tahun 2012 Pernah Terjerat Perkara Penipuan.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Jeratan pasal 372 atau 378 disangkakan terhadap Direktur PT.Rama Bintang Indonesia, Bintang Mahendra (terdakwa) guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (22/7/2021).

Jeratan pasal alternatif sengaja didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Arie Zaki lantaran, terdakwa mengaku-ngaku sebagai sub-con dari PT.Adi Karya pemenang lelang pembangunan pabrik AIF3-II di Petrokimia Gresik. Atas perbuatan terdakwa membuat Ipin merasa dirugikan sebesar 1,4 Milyard.

Dalam keterangan sebagai saksi,  Ipin (pelapor) mengatakan, terdakwa menawarkan kontrak sebesar 1,4 Milyard guna pengerjaan bongkar plus pembelian sisa besi scrab pada paket pekerjaan pembangunan pabrik AIF3-II Petrokimia Gresik.

Sebelum melakukan perjanjian kontrak terdakwa berdalih, PT. Rama Bintang Indonesia telah memenangi tender tersebut.

Tatkala, Ipin menanyakan bukti dokumen pemenang tender terdakwa berkelit, bahwa segera kirim uang sebesar 1 Milyard setelahnya, dalam kurun waktu 7 hari bisa langsung dikerjakan.

Masih menurutnya, pada medio Juni 2020 terdakwa buat kontrak yang disetujui kedua pihak. Sayangnya, setelah saksi mentransfer uang sebesar 1 Milyard pekerjaan tak kunjung tiba justru terdakwa malah berkelit, pekerjaan diundur dengan alasan Pandemi Covid19.

Hal lainnya, disampaikan, ia sempat mengerahkan para pekerja datang di lokasi Petrokimia Gresik. Sesampainya di lokasi oleh, PT.Petrokimia Gresik melarang para pekerja memasuki area.

Mengetahui hal ini, Ipin mengkonfirmasi terhadap Petrokimia Gresik. Alhasil disampaikan bahwa PT.Petrokimia Gresik menunjuk pemenang lelang adalah PT.Adi Karya dan belum ada penunjukan sub-con ke perusahaan terdakwa.

Ipin merasa tertipu maka terdakwa dimintai guna kembalikan modal pokok 1 Milyard. Sayangnya, upaya Ipin sudah berkali-kali minta pengembalian uang namun, terdakwa tidak ada niat bayar pengembalian uang karena hanya janji-janji terus.
” terdakwa tidak kembalikan uang mungkin sudah ada niat menipu dirinya karena saat ditagih terdakwa selalu janji-janji “, tuturnya.

Atas keterangan korban, dikesempatan yang diberikan Majelis Hakim, Martin Ginting terdakwa malah tidak memberikan tanggapan.
” Nanti tanggapannya saya sampaikan pada agenda nota pembelaan “, ucapnya.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa malah berbelit-belit sampaikan  keterangan. Adapun keterangan terdakwa yakni, menyangkal bahwa pada medio 2012 terdakwa pernah terjerat kasus yang sama.

Dalih terdakwa lainnya, berupa, perjanjian dengan saksi (pelapor) tidak bisa direalisasikan karena terkendala Pandemi Covid19.
Selain itu, terdakwa menyatakan, saksi (pelapor) tidak merespons upaya pengembalian uang.                                                                                    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending