Kapolda Jatim,Distribusikan Daging Qurban Untuk Masyarakat Terdampak Covid19.

17

Surabaya-basudewanews.com, Polda Jawa Timur, sembelih 38 sapi dan 12 kambing di salah satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ditunjuk saat merayakan hari

raya Iedul Adha. Hal ini, disampaikan langsung, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta saat melepaskan distribusi daging. kurban di Mapolda Jatim, Selasa (20/7/2021).

Pembagian daging kurban tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kali ini pembagian secara distribusi sengaja dilakukan karena perayaan hari raya Iedul Adha bersamaan dengan mewabahnya pandemi Covid19. Metode pendistribusian daging kurban kepada masyarakat yang terdampak Covid19 juga diikuti oleh, seluruh Polres dan jajarannya.

Tampak di Mapolda Jatim, pelepasan pendistribusian daging kurban dipimpin Nico Afinta yang didampingi Waka Polda Jatim, Slamet Hadi Supraptoyo dan beberapa pejabat utama Polda Jatim.

Didepan para awak media, Nico Afinta menyampaikan, pembagian daging kurban dengan metode pendistribusian dari rumah ke rumah (masyarakat yang terdampak PPKM). Hal ini, memang tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam pelaksanaan pendistribusian, dilaksanakan petugas Bhabinkamtibmas juga dibantu para anggota Polisi Lalu Lintas baik dari jajaran Polda maupun dilaksanakan di Polres-Polres dan Polsek.

Masih menurutnya, hal yang mendasari pendistribusian daging kurban berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama dan SE Gubernur Jatim. Adapun, inti dari SE tersebut, yaitu, terkait pelaksanaan takbir dan sholat Ied.

Ia menambahkan, keberadaan Polri beserta Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya yaitu, ingin membantu masyarakat untuk melewati keadaan yang sulit ini, kita harus bersama-sama.
” Polisi, Pemprov dan Kodam bersama masyarakat dapat bersinergi seiring sejalan untuk menghadapi Covid19 ,” paparnya.

Mari kita bersama-sama mengambil bagian masing-masing sesuai dengan kemampuan yang bisa dilakukan dan kepada masyarakat tolong patuhi dengan melaksanakan 5M.

Lebih lanjut, Nico Afinta mengibaratkan Covid19 seperti peluru yang masih berdesingan disekitar kita. Peluru ini tidak mengenal pangkat usia jabatan, latar belakang kalau kita lengah kita kena.

Saat ini PPKM itu dilaksanakan dalam rangka menyelamatkan masyarakat.

Kita tidak bersebrangan pemahaman, kita harus samakan pemahaman, bahwa penyakit ini ada. Terlalu banyak yang meninggal, sudah banyak yang sakit, dan sekarang rumah sakit pun masih banyak merawat pasien yang terpapar Covid19.
“Ayo sama-sama kita laksanakan protokol kesehatan dan mudah-mudahan dengan kebersamaan ini kita bisa melewati keadaan yang sulit ini bersama-sama,” pungkasnya.
TIM.