Connect with us

Peristiwa

Kapolda Jatim,Distribusikan Daging Qurban Untuk Masyarakat Terdampak Covid19.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Polda Jawa Timur, sembelih 38 sapi dan 12 kambing di salah satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ditunjuk saat merayakan hari

raya Iedul Adha. Hal ini, disampaikan langsung, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta saat melepaskan distribusi daging. kurban di Mapolda Jatim, Selasa (20/7/2021).

Pembagian daging kurban tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kali ini pembagian secara distribusi sengaja dilakukan karena perayaan hari raya Iedul Adha bersamaan dengan mewabahnya pandemi Covid19. Metode pendistribusian daging kurban kepada masyarakat yang terdampak Covid19 juga diikuti oleh, seluruh Polres dan jajarannya.

Tampak di Mapolda Jatim, pelepasan pendistribusian daging kurban dipimpin Nico Afinta yang didampingi Waka Polda Jatim, Slamet Hadi Supraptoyo dan beberapa pejabat utama Polda Jatim.

Didepan para awak media, Nico Afinta menyampaikan, pembagian daging kurban dengan metode pendistribusian dari rumah ke rumah (masyarakat yang terdampak PPKM). Hal ini, memang tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam pelaksanaan pendistribusian, dilaksanakan petugas Bhabinkamtibmas juga dibantu para anggota Polisi Lalu Lintas baik dari jajaran Polda maupun dilaksanakan di Polres-Polres dan Polsek.

Masih menurutnya, hal yang mendasari pendistribusian daging kurban berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama dan SE Gubernur Jatim. Adapun, inti dari SE tersebut, yaitu, terkait pelaksanaan takbir dan sholat Ied.

Ia menambahkan, keberadaan Polri beserta Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya yaitu, ingin membantu masyarakat untuk melewati keadaan yang sulit ini, kita harus bersama-sama.
” Polisi, Pemprov dan Kodam bersama masyarakat dapat bersinergi seiring sejalan untuk menghadapi Covid19 ,” paparnya.

Mari kita bersama-sama mengambil bagian masing-masing sesuai dengan kemampuan yang bisa dilakukan dan kepada masyarakat tolong patuhi dengan melaksanakan 5M.

Lebih lanjut, Nico Afinta mengibaratkan Covid19 seperti peluru yang masih berdesingan disekitar kita. Peluru ini tidak mengenal pangkat usia jabatan, latar belakang kalau kita lengah kita kena.

Saat ini PPKM itu dilaksanakan dalam rangka menyelamatkan masyarakat.

Kita tidak bersebrangan pemahaman, kita harus samakan pemahaman, bahwa penyakit ini ada. Terlalu banyak yang meninggal, sudah banyak yang sakit, dan sekarang rumah sakit pun masih banyak merawat pasien yang terpapar Covid19.
“Ayo sama-sama kita laksanakan protokol kesehatan dan mudah-mudahan dengan kebersamaan ini kita bisa melewati keadaan yang sulit ini bersama-sama,” pungkasnya.
TIM.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending