Connect with us

Hukrim

Jaksa Tanggapi Pledoi Syaiful Arifin PNS Dinas Ketahanan Pangan Surabaya.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Bergulirnya, proses hukum bagi Syaiful Arifin yang ditetapkan sebagai terdakwa dipersidangan sebelumnya, dalam nota pembelaan (pledoi) bahwa dakwaan JPU batal demi hukum atau setidak-tidaknya dakwaan JPU tidak diterima serta menyatakan, terdakwa bebas dari segala dakwaan atau membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum, ditanggapi oleh, Suwarti selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, pada Kamis (15/7/2021) di ruang Sari Pengadilan Negeri Surabaya.

Adapun, tanggapan JPU yakni, tetap pada tuntutannya yakni pidana penjara selama 30 bulan dan memohon Majelis Hakim untuk mengesampingkan nota pembelaan terdakwa.

Usai JPU bacakan tanggapannya, Suparno selaku, Majelis Hakim yang memimpin persidangan menyampaikan, esok Majelis Hakim akan menjatuhkan putusan pada perkara yang melibatkan Syaiful Arifin.
” Besok Majelis Hakim akan bacakan putusan ya ! ,” ujarnya.

Baca juga : https://basudewanews.com/2021/05/19/syaiful-arifin-pegawai-dinas-ketahanan-pangan-pemkot-surabaya-terjerat-tindak-pidana-penipuan/

https://basudewanews.com/2021/07/14/syaiful-arifin-pns-dinas-ketahanan-pangan-surabaya-dituntut-30-bulan-ajukan-pledoi/

Dalam perkara tersebut, Syaiful Arifin ditetapkan sebagai terdakwa dan JPU menuntut pidana penjara selama 30 bulan.

Hal yang mendasari tuntutan, yakni, JPU  menyatakan, bahwa terdakwa dianggap bersalah melakukan perbuatan melanggar hukum yakni, penipuan sebagaimana dalam jeratan JPU yakni pasal 378 KUHP.

Atas tuntutan JPU terdakwa mengajukan nota pembelaan berupa, dakwaan JPU batal demi hukum. Selain itu, terdakwa memohon dibebaskan dari segala tuntutan hukum.

Untuk diketahui, pada medio 2014 terdakwa terjerat perkara tindak pidana penipuan lantaran, diduga sengaja menjanjikan terhadap para korbannya guna bisa dimasukkan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan penempatan di wilayah Jawa Timur.

Dari keterangan para korban yakni, Abdullah dan Syaiful Rakhman sengaja hadir sebagai saksi guna sampaikan keterangan berupa, akibat perbuatan terdakwa para korban mengharap bisa menjadi pegawai negeri sipil dengan penempatan di wilayah Jawa Timur.

Para korban percaya karena sebelumnya, 2 orang sudah pernah menjadi pegawai negeri sipil berkat jasa terdakwa namun, tiba giliran Abdullah usai memberi uang pelicin sebesar 200 Juta dan Syaiful Rakhman menyerahkan uang sebesar 150 Juta tak kunjung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Merasa terbujuk oleh, rayuan terdakwa maka para korban menyeret terdakwa ke meja hijau.            MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending