Connect with us

Hukrim

Agus Didik Dijerat Pasal 114 Ayat 2 Dengan Tuntutan 10 Tahun, Diganjar 8 Tahun Pidana Penjara.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Dijerat pasal 114 ayat 2 Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, Agus Didik kembali jalani proses hukum atas perbuatannya, yang dinyatakan secara sah telah bersalah melawan hukum.

Dalam sidang lanjutan, diruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (12/7/2021), Johanis Hehamony selaku, Majelis Hakim telah menyatakan, bahwa Agus Didik (terdakwa) melakukan perbuatan yang tidak mendukung program Pemerintah.

Selain tidak mendukung program Pemerintah, terdakwa saat ditangkap ditemukan barang bukti berupa, 2 buah HP, buku ATM BCA , kartu ATM atas nama beberapa rekannya, 2 gelang emas, 2 cincin emas, 2 anting-anting emas dan 1 unit mobil Toyota Avanza.

Dipersidangan sebelumnya, Damang selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menjerat terdakwa sebagaimana dalam pasal 114 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat 1, atau pasal 137 a atau pasal 137 b, Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dari jeratan alternatif,JPU memohon agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun terhadap terdakwa.

Dipersidangan lanjutan tersebut, Majelis Hakim dalam bacaan putusan menyatakan, bahwa Majelis Hakim lebih memilih pasal 114, juncto pasal 132 ayat 1, yang unsur unsurnya telah melakukan pemufakatan jahat, tanpa hak menawarkan untuk dijual, menerima, menjual narkotika jenis sabu yang beratnya, melebihi 5 gram.

Unsur lainnya, yakni identitas terdakwa tidak sama dengan uraian JPU.

Masih bacaan putusan Majelis Hakim, bahwa terdakwa menggunakan hp untuk berkomunikasi dengan rekannya guna menerima paket sabu di Jalan Margo Mulyo Surabaya, dengan gunakan motor.

Terdakwa ketemu dengan Andi Kurnia sandi guna mengambil sabu dan menerima upah. Selebihnya, terdakwa juga menerima hasil jualan sabu yang dikirimkan melalui nomor rekening.

Menimbang berdasar keterangan Ahli,bahwa 2 unit hp, pernah menerima SMS sebagai komunikasi transaksi narkotika dan telah dinyatakan terbukti dalam dakwaan JPU.

Menimbang unsur-unsur tersebut, cukup dianggap salah satu menimbang fakta hukum maka Majelis Hakim berpendapat terdakwa unsurnya terbukti maka pledoi dari Penasehat Hukum terdakwa di kesampingkan.

Menimbang hal yang memberatkan perbuatan terdakwa adalah, tidak mendukung program Pemerintah, berbelit belit dalam memberikan keterangan serta pernah di pidana dalam perkara narkoba.

Menimbang pasal 114 ayat 2 mengadili menyatakan, terdakwa terbukti secara sah bersalah dan Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun dan denda sebesar 1 Milyard jika tidak dibayar digantikan hukuman kurungan selama 3 bulan.    MET.

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending