Connect with us

Hukrim

Suwandi Wibowo Dan Erwan Suwondo Dituntut 4 Tahun, Hakim Suparno Vonis 10 Bulan.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Perkara tindak pidana penipuan yang disangkakan terhadap Suwandi Wibowo dan Erwan Suwondo ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam perkara tersebut, Zulfikar sebagai pengganti Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya,pada persidangan sebelumnya, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Atas jeratan pasal diatas, JPU melakukan tuntutan pidana penjara selama 4 tahun bagi kedua terdakwa.

Dipersidangan, pada Selasa (6/7/2021) kedua terdakwa kembali jalani proses hukum dengan agenda mendengar bacaan putusan Sang Majelis Hakim. Adapun, putusan yang dibacakan oleh, Suparno selaku, Majelis Hakim yakni, bahwa kedua terdakwa dinyatakan secara sah bersalah sebagaimana jeratan JPU yakni pasal 378 KUHP.
” Menyatakan unsur perbuatan terdakwa terpenuhi sebagaimana dalam pasal 378.
Menjatuhkan pidana penjara 10 bulan bagi terdakwa ,” ucap Majelis Hakim.

Secara terpisah, JPU saat ditemui basudewanews.com, mengatakan, dipersidangan sebelumnya, JPU melakukan tuntutan pidana penjara selama 4 tahun bagi kedua terdakwa.

Saat disinggung terkait, putusan Sang Majelis Hakim 10 bulan jauh lebih ringan dari tuntutan, ia hanya menanggapi, pihaknya langsung banding.
” Saya enggan mengomentari terkait putusan Sang Majelis Hakim yang jauh lebih ringan dari tuntutan, ” tuturnya.

Diluar persidangan pihaknya menyatakan sikap banding atas putusan Sang Majelis Hakim.

Untuk diketahui, perkara yang melibatkan kedua terdakwa sesuai data SIPPN Surabaya, bahwa terdakwa bersama Benny Prayogi Nyotoraharjo dan Erwan Suwondo (anak kandung terdakwa).

Kedua terdakwa melalui PT. Nugraha Sentosa Kencana yang beralamatkan di Jalan.Slompretan no.36 Surabaya, telah melakukan pemesanan sarung merk ‘ Wadimor ‘ sebanyak 24.237,83 Kodi.

Dari pemesanan tersebut, terdakwa menyerahkan Bilyet Giro (BG) Bank Nobu sebanyak 5 lembar dengan total senilai 23 Milyard. Dalam dakwaan JPU ke-lima BG saat dicairkan oleh, M.Jamil selaku, pemilik PT. Sukorejo Indah Textile ternyata BG tidak bisa dicairkan karena tidak mencukupi saldo alias blong (kosong).

Pada persidangan, medio Selasa (8/5/2021) Benny Prayogi Nyotoraharjo juga dijerat pasal 378

KUHP Juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP, dan

JPU pun, juga menuntut terdakwa pidana penjara selama 4 tahun. Sayangnya, Sang Majelis Hakim juga menjatuhkan vonis pidana penjara selama 10 bulan.

Melalui data yang dihimpun, basudewanews. com, ketiga terdakwa dijatuhi pidana penjara 10 bulan. Padahal dalam dalam perkara tersebut, ketiga terdakwa (ayah beserta anak) diadili dalam berkas yang terpisah.

Dalam jeratan JPU, ketiga terdakwa yakni, dijerat pasal 378 Juncto pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending