Connect with us

Hukrim

Warga Canada Gugat Warisan, Diduga Data Tidak Valid.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, sidang gugatan perdata nomor 797/Pdt.G/PN SBY dengan agenda menyerahkan bukti bukti surat.

Dalam perkara ini, Frans Lucky The selaku, Penggugat yang diwakili oleh, Ening Swandari sebagai Penasehat Hukumnya. Sedangkan, Anandayani Kinan sebagai Tergugat I , Ronny Tedjo Handoko sebagai tergugat II serta turut tergugat yakni, Rina Hartati Mulyono (Notaris).

Dipersidangan, Soraya Indayani sebagai tergugat I tidak bisa memberikan atau menyerahkan surat keberatan memohon inzage namun, Johanes Hehamony selaku, Majelis Hakim tidak memperkenankan lantaran, dipersidangan sebelumnya tergugat I tidak hadir. Selain itu, Tergugat I dianggap telah menggunakan haknya.

Diujung persidangan, Majelis Hakim menyampaikan, pekan depan agenda persidangan yaitu, kesimpulan.

Usai sidang, Ening Swandari selaku, Penasehat Hukum Penggugat saat ditemui basudewanews.com, tampak tidak berkenan
memberikan komentar terkait, sebenarnya Penggugat adalah anak siapa ?, dan nama yang sebenarnya Penggugat siapa ?.

Dikesempatan tersebut, Ening lebih memilih diam sembari ngacir menjauhi para awak media.

Untuk diketahui, Frans Lucky The selaku, Penggugat yang sudah beralih sebagai warga negara asing (Canada). Penggugat memilik saudara kandung Tedja Ratna (almarhum), Ronny Tedja Handoko.

Persaudaraan Penggugat, melalui data yang berhasil dihimpun, hasil perkawinan The Ting Thong dengan Anandayani Kinan (orang tua). Berdasarkan akta kematian The Ting Thong pada medio (29/5/1966) telah meninggal dunia namun, dalam perkara gugatan disebutkan The Ting Thong meninggal pada medio (16/9/1966).

Selanjutnya, Anandayani Kinan menikah dengan Paulus Benny Frederick yang dikaruniai seorang anak bernama Soraya Indayani yang kini sebagai Tergugat I.

Melalui data Penggugat tampak kejanggalan yakni, nama Penggugat dalam KSK tahun 1998 nomor : 125613/96/03437 tertulis Paulus Benny Frederik sebagai kepala keluarga ,dan nama Penggugat tercatat nomor urut 3 bernama  Luchi Tejo Handojo
adalah anak kandung dari Paulus Benny Frederik bukan anak The Ting Thong (seharusnya ANAK TIRI).

Kejanggalan lainnya, nama Penggugat di paspor Canada adalah Frans Lucky The. Sedangkan, data dalam Rapot Sekolah Menengah Pertama (SMP) diketahui bernama Frans Lucky Tedjo Handoko (sebagai murid pada medio tahun 1973).

Hal lainnya, yang janggal yaitu, nama penggugat di KTP tahun 1987 Lucky Tedjo Handoko. Di STTB SLA lulusan pada medio (26/11/1978) dengan nomor :1116 tertulis bernama Franciscus Xaverius Lucky The anak dari bapak yang bernama The Ting Thong.

Atas data yang berhasil dihimpun seperti diatas, diduga nama Penggugat tidak Valid serta Penggugat memiliki banyak nama ganda dengan variasi nama yang berbeda.

Sehingga keabsahan data penggugat patut dipertanyakan yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Surabaya.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Jalankan PT.Dewata Wanatama Lestari Andri Yanto Malah Tipu PT.Idub Sufi Wahyu Abadi Sebesar 5 Milyard

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang atas perkara sangkaan penipuan kayu yang melibatkan Andri Yanto sebagai terdakwa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (8/12/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Rista Erna dan Sabetania R.Paembonan, menghadirkan, 2 saksi guna dimintai keterangan.

Adapun, kedua saksi yakni, Paulus selaku, owner PT.Dewata Wanatama Lestari dan PT.Dewata Wahana Lestari serta David selaku, administrasi kedua PT.DWL tersebut.

Paulus dalam keterangan, mengatakan, PT.DWL yang memiliki izin, alat berat serta fasilitas. Sedangkan, terdakwa mewakili CV.Abadi Timber Jaya (ATJ).

Dalam perkara ini, terdakwa dari CV.ATJ, ada kerjasama dengan PT.DWL sejak (18/8/2017). Diperjanjian kerjasama tersebut, terdakwa datang bersama teman temannya, yakni, Tommy, A Tiong, Miftahul Huda, Candra dan Kharim.

Lebih lanjut, saksi sampaikan, inti dari perjanjian kerjasama CV.ATJ dengan PT.DWL yaitu, CV.ATJ hanya melakukan operasional dan penebangan hutan.

Paulus, memaparkan, pembagian Deviden waktu itu, CV.ATJ memberikan fee ke perusahaan saya (PT. DWL) sebesar 400 Ribu dengan estimasi harga kayu perkubik 1 Juta.

Setahu Paulus, CV.ATJ yang bekerjasama dengan PT.DWL pelaksanaannya tidak performa.

Sisi lainnya, terdakwa yang mencatut nama PT.DWL karena menjalankan operasional 100 persen, ada jual beli kayu dengan PT.Idub Sufi Wahyu Abadi (ISWA). Hal demikian, saya ketahui ada somasi yang didalam somasi berisi nama terdakwa.

Atas somasi tersebut, saya melayangkan jawaban melalui, Penasehat Hukum karena saya tidak kenal korban PT.ISWA.

Paulus juga membeberkan, sebelum menjalankan operasional PT.DWL terdakwa kami minta kesanggupan modal yang cukup.

” Alat berat kami dalam penguasaan Leasing. Terdakwa bisa menjalankan, operasional PT.DWL lantaran, setor 10 Milyard untuk bayar ke leasing ,” tuturnya.

Masih menurut Paulus, perihal, terdakwa setor 10 Milyard, dimungkinkan, guna menggaet investor maka terdakwa meyakinkan, investor berupa,bahwa PT.DWL diakui milik terdakwa.

Pengakuan terdakwa lain, yaitu, rumah Paulus dikabarkan telah dibeli terdakwa. Padahal, hanya kontraktor.

Masih terkait, dana sejak April 2018 , disampaikan, Paulus, saya cari cari terdakwa karena cek yang diberikan kosong.

Sedangkan, David selaku, administrasi PT. DWL yang ditugasi khusus menangani perjanjian, mengatakan, saya yang membuat draft kontrak antara CV.ATJ dengan PT.DWL

Saat perjanjian, syarat yang harus dipenuhi yakni, alat berat kami di hutan terkait dengan SAM Finance.

” Kita bisa beroperasi asal kita ada pembayaran ke SAM Finance ,” ungkapnya.

Awalnya, ada pembayaran sebesar 1 Milyard ke SAM Finance, dan sisanya 5 cek rencana akan di cairkan namun, 5 cek tidak bisa dicairkan maka saya email, telpon ke terdakwa bahwa cek kosong. Saat itu, terdakwa menjawab masih diusahakan investor.

David tidak memungkiri, bahwa stempel asli PT.DWL dengan stempel yang dibuat terdakwa berbeda.

Atas keterangan kedua saksi, Sang Pengadil memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi.

Dalam tanggapan, terdakwa mengatakan, berkaitan cek ada 7 kali. Selebihnya, terdakwa amini keterangan kedua saksi.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending