Connect with us

Hukrim

Humas Pengadilan Negeri Surabaya, Sampaikan Secara Resmi Hasil Swab Antigen.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Martin Ginting selaku Humas Pengadilan Negeri Surabaya, secara resmi sampaikan hasil pemeriksaan swab antigen yang dilaksanakan pada Kamis, (1/7/2021). Sebelumnya, beredar rumor bahwa 25 ASN Pengadilan Negeri Surabaya, positif terpapar Covid19.

Menanggapi rumor tersebut, Martin Ginting selaku, Humas Pengadilan Negeri Surabaya, pada pukul : 17 : 20 Wib, melakukan klarifikasi melalui via layanan WhatsApp bahwa, 4 orang pegawai ASN positif dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). DIantara ke-empat orang yakni, Majelis Hakim dan 3 lainnya Panitera beserta staffnya.
” 4 ASN diwajibkan menjalani penyembuhan dengan cara isolasi mandiri ,” tuturnya.

Sedangkan, yang positif terpapar Covid19 ada 27 orang ( Hakim, staf dan scurity). Sehingga total keseluruhan ASN Pengadilan Negeri Surabaya, yang positif Covid 19 jumlahnya 31 orang.

Upaya Pengadilan Negeri Surabaya, guna menekan timbulnya penyebaran secara meluas terhadap masyarakat pencari keadilan, maka berdasarkan hasil swab secara resmi telah dilaporkan ke Pengadilan Tinggi Jatim.

Atas laporan tersebut, maka Jajaran Pengadilan Negeri Surabaya, harus mengedepankan keselamatan para ASN maupun masyarakat pencari keadilan.
” Sesuai arahan Pengadilan Tinggi Jatim, upaya mengedepankan keselamatan pihaknya, akan menerapkan pembatasan atau Lockdown tahap III ,” pesannya.

Melalui, hasil rapat fungsional atau struktural, maka telah diputuskan beberapa hal dengan dasar arahan dan himbauan Pimpinan MA RI / KPT JATIM sbb.:
1. Dilakukan Lock down terbatas dalam hal pelayanan di PTSP dan Penanganan Perkara yang sedang berjalan Mulai tgl 02 Juli s/d 09 Juli 2021.
Upaya penerapan Lockdown ada pengecualian bagi perkara pidana yang tidak bisa diperpanjang masa penahanannya maka persidangan tetap bergulir.

Lain halnya, dengan perkara perdata dilakukan penundaan sidang dalam. Jangka waktu yang belum bisa ditentukan.

2. Diberlakukan sistim WFO & WFH, artinya, bagi yang tak ada persidangan maka dihimbau di rumah.

3. Pembatasan sangat ketat bagi masyarakat untuk sementara waktu agar tidak berkunjung ke Pengadilan Negeri Surabaya.

4. Pelayanan terhadap hal-hal yang bersifat darurat seperti, perpanjangan penahanan akan dilayani di ruang sementara, depan Kantor Pengadilan Negeri Surabaya.

5. Bagi Hakim atau ASN yang positif Covid19, diperintahkan untuk Isolasi Mandiri (Isoman) hingga sembuh dan wajib menunjukkan hasil SWAB PCR bukti sudah sembuh dari Virus corona kepada Wakil Kepala Pengadilan Negeri Surabaya.

6. Bila  masa Lock down terbatas dipandang perlu untuk diperpanjang atau tidak maka tergantung dari hasil pengamatan pemantauan selama 7 hari kedepan.

7. Dihimbau kepada awak media agar mempublikasikan kondisi Lock down, agar masyarakat jadi maklum dan mengerti.

8. Bila masyarakat membutuhkan informasi berbagai hal tentang layanan di Pengadilan Negeri Surabaya, bisa mengakses Aplikasi SI PINTAR yang berbasis Android.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending