Connect with us

Hukrim

Diperkirakan 25 Orang Terpapar Covid19, Akankah PN Surabaya, Terapkan Lock Down Tahap III ?.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Belenggu Pandemi Covid19 di Surabaya berimbas 25 ASN di Pengadilan Negeri Surabaya, positif terpapar Covid19. Dari 25 ASN yang terpapar Covid19 varian baru, akankah Pengadilan Negeri Surabaya, layak terapkan Lockdown tahap III.

Melalui pantauan, basudewanews.com, pada Kamis (1/7/2021), seluruh pegawai maupun Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, jalani tes swab antigen. Alhasil, dari tes tersebut, beredar rumor 25 ASN Pengadilan Negeri Surabaya positif terpapar Covid19.

Atas beredarnya, rumor dikalangan Pengadilan Negeri Surabaya, Martin Ginting selaku, Humas Pengadilan Negeri Surabaya, kepada basudewanews.com, menyampaikan, usai pelaksanaan tes swab dari tim medis Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, memang diperkirakan ada 25 ASN yang positif.

Lebih lanjut, yang diketahuinya, saat ini masih 7 orang yakni, 4 petugas keamanan, 2 petugas panitera dan 1 orang Majelis Hakim.
” Ia belum bisa memastikan jumlah ASN Pengadilan Negeri Surabaya, yang terpapar positif. Pihaknya masih menunggu hasil resmi dari tim medis yang melaksanakan tes swab antigen ,” terangnya.

Saat disinggung, terkait kelayakan Pengadilan Negeri Surabaya, terapkan Lockdown tahap III, pihaknya juga belum berani sampaikan kelayakan penerapan Lockdown tahap III.
” Kami masih menunggu hasil dari tim medis kemudian pihaknya juga menunggu arahan petunjuk dari Pimpinan Pengadilan Tinggi Jatim,” bebernya.

Diujung pembicaraan, Martin Ginting berpesan, bahwa pihaknya akan terbuka terkait hasil resmi tes swab antigen dari tim medis RS Al-Irsyad Surabaya.        MET.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending