Connect with us

Hukrim

Terdakwa Akui Gigit Pelakor.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, penganiayaan disangkakan terhadap Asteria Ismi Sawitri (terdakwa) kembali bergulir dengan agenda keterangan saksi pada Rabu (30)6/2021).

Dipersidangan, Darwis selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, tampak menghadirkan Zacharia Fananov sang suami terdakwa, serta Riski Iwan Maulana suami Wenny Handayani (korban).

Adapun, keterangan yang disampaikan Zacharia Fananov yakni, ia berkerja di BUMN Bank BNI. Saat itu saya sedang jaga shift sore sedangkan, Wenny jaga Pameran di Grand City, Pada hari Sabtu (26/10/2019).
” Wenny menghubungi melalui telepon dengan memakai kalimat sayang. Ia di toilet akan bergegas datang saat di Toilet melihat Wenny, Asteria (terdakwa) dan satpam yang kemudian ketiganya di bawa ke Pos ,” ucapnya.

Masih menurutnya, Wenny mengadu terhadapnya usai digigit sama Asteria dan melihat ada darah tangan sebelah kanan,” bebernya.

Majelis Hakim melemparkan pertanyaan berupa, apakah saksi melihat Wenny berkerja seperti biasanya.

Saksi pun, sampaikan, ya Yang Mulia mulai Senin sampai Jumat”, timpalnya.

Atas jawaban saksi Majelis Hakim mengkonfrontir dengan keterangan Wenny (korban) yang sengaja mengikuti jalannya persidangan.

Alhasil konfrontir maka Majelis Hakim mengingatkan bahwa keterangan yang disampaikan jika tidak benar akan ada konsekuensi hukum.

Sinyal peringatan dari Majelis Hakim berlandaskan, bahwa keterangan para saksi ada yang berbeda.
“Ini ada yang beda keterangan saksi jadi ada yang berbohong ,” tegas Majelis Hakim.

Meski Majelis Hakim memberi sinyal peringatan terhadap para saksi namun, para saksi di atas menyatakan sikap bahwa tetap pada keterangan yang disampaikan dipersidangan.

Sesi selanjutnya, keterangan Riski Iwan Maulana suami Wenny Handayani mengatakan, bahwa ia melihat istrinya (Wenny) ada luka di pipi sebelah kanan dan luka di tangan.
” Luka ditangan akibat istrinya (Wenny) terjatuh kemudian mengaku, bertengkar sama Asteria (terdakwa) ,” terangnya.

Saksi mengkisahkan, rambut istrinya (Wenny) di tarik, dipukul juga digigit oleh, terdakwa sesuai dalam BAP Polsek Genteng Surabaya.

Hal lain disampaikan saksi yaitu, istrinya pada hari Senin tetap berkerja setelah kejadian tersebut.
” Istrinya sempat pamit akan berangkat kerja namun, istrinya pernah izin  pulang karena tidak enak badan ,” tuturnya.

Menanggapi pertanyaan terdakwa, saksi mengakui bahwa istrinya dikeluarkan dari Bank BNI gegara peristiwa perselingkuhan yang melibatkan istrinya dengan suami terdakwa.
” Ya !, saya tau dipecat karena perkara perselingkuhan. Seharusnya, Zacharia Fananov (suami terdakwa) juga dipecat kalau memang Adil ,” ujarnya.

Diujung persidangan, dikesempatan yang diberikan Majelis Hakim agar terdakwa memberikan tanggapannya atas keterangan para saksi disampaikan berupa, dia tidak memukul dan menarik rambut Wenny cuma kalau menggigit memang benar.
“Kalau mengigit benar Yang Mulia ,” terang terdakwa.

Dampak dari perbuatannya, JPU menjerat sebagaimana yang diatur dalam pasal 351 ayat (1) KUHPidana.            MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending