Connect with us

Daerah

Menyikapi Penanganan Covid19, Direktur LBH SIKAP ARU, Angkat Bicara.

Published

on

Dobo-basudewanews.com, Wabah Pandemi Corona Virus Disease (COVID19) di Aru, belakangan ini banyak yang positif terpapar Covid19. Melalui hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru, di sampaikan oleh, ketua Harian Gugus Tugas,
Drs.Moh Jumpa Msi, baru baru ini lewat berbagai media.

Menyikapi wabah Pandemi di negeri yang memiliki julukan Jargaria, pada Selasa (29/6/2021) memantik reaksi dari Hendra Jamlaay selaku, Direktur LBH SIKAP ARU, mengatakan; saya sudah temui beberapa pekerja yang dinyatakan positif Covid19 pasca Swab di Kampung Ria, bahwa para Medis dari Puskesmas Siwalima, diketahui dua  hari setelah swab dan kembali periksa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo hasilnya, negatif.
” Berdasarkan hal tersebut, maka terjadi adu argumentasi antara ketua Satuan Tugas dengan Pasien, ” beber Hendra.

Lebih lanjut, menurut ketua Satuan Tugas Covid19, Fredrik Hendrik menerangkan, bahwa tes Covid19 tidak bisa dilakukan di RSUD Cendrawasih Dobo berhubung alat tes yang digunakan tidak sama yang digunakan oleh, tim Gugus Tugas Covid19.

Hendra Jamlaay selaku, Direktur LBH SIKAP ARU angkat bicara berupa, meminta Pemda Kabupaten Kepulauan Aru dan GUGUS TUGAS COVID19 harus jujur dalam mengatasi Pandemi Covid19 di Aru.
” Jangan bersandiwara dengan Covid19 untuk menekan aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Bila memang betul warga dinyatakan positif seharusnya, disampaikan secara terbuka.
” Jangan dikabarkan meningkat namun tempat karantina kosong alias tidak ada penghuni jika Tim Gugus Tugas mengklaim bahwa alat yang digunakan untuk rapid test di RSUD tidak bisa dipakai untuk deteksi Covid19 maka sederhananya Rapid yang selama ini dikeluarkan oleh, RSUD diduga hanya digunakan sebagai pelengkap administrasi.
” Dugaan pelengkap administrasi untuk masyarakat melakukan perjalanan selama ini adalah bohong, ” tuturnya.

Di ujung pembicaraan, Ia mengatakan,saya akan menyurati secara resmi Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk meninjau Penanganan Covid19 di Kabupaten Kepulauan Aru.
” Ia terpaksa melayangkan surat ke Pusat lantaran, diduga ada yang janggal soal penanganan Covid19,” pungkasnya.    Jus.S.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Polres Aru Tetapkan 3 Tersangka Terduga Korupsi Dana Covid 19

Published

on

Basudewa – Dobo, Polres Kepulauan Aru, menetapkan 3 tersangka terkait, dugaan tindak pidana korupsi penanganan Covid-19 tahun anggaran 2020.

Dugaan korupsi dana Covid 19, yang ditangani oleh, Sinas Ketahanan Pangan Kabupaten kepulauan Aru.

Hal diatas, disampaikan,Kapolres Kepulauan Aru, AKBP. Dwi Bactiar Rivai, pada Rabu (30/11/2022), saat jumpa Pers.

Terkait dengan kasus dugaan korupsi penyimpangan, penyalahgunaan anggaran corona virus disease 2019, Kabupaten Kepulauan Aru, kami menetapkan, 3 tersangka yang berinisial, MG (Penyedia), CR (PPK) dan DH (KPA).

Berdasarkan, hasil perhitungan dari BPKP Perwakilan Provinsi Maluku, pada tanggal 25 November 2022, dengan kerugian negara sebesar 292 Juta pada Dinas Ketahanan Pangan,” ucap Kapolres.

Dalam konferensi Pers di Mapolres Aru, tersebut, Kapolres didampingi, Kasat Reskrim, Iptu.Andi Amrin dan Kasi Humas, Iptu. Fransisca Liantty Iwane .

Penetapan 3 tersangka ini, pihaknya, mengirimkan panggilan saksi tanggal 25 November 2022 untuk ketiga tersangka untuk hadir dalam pemeriksaaan.

“Tersangka MG (Penyedia) hadir senin tanggal 28 November 2022 pukul 09.00 WIT, dan diperiksa sebagai saksi setelah itu dialihkan status menjadi tersangka dan dilakukan penahanan ,” kata Kapolres.

Selanjutnya, tersangka CR (PPK) hadir selasa tanggal 29 November 2022 pukul 09.00 WIT, dan diperiksa sebagai saksi setelah itu dialihkan status menjadi tersangka kemudian ditahan.

Untuk tersangka DH (KPA) hadir rabu tanggal 30 November 2022 pukul 09.00 WIT, dan diperiksa sebagai saksi setelah itu dialihkan menjadi tersangka kemudian ditahan.

” Hasil kerugian keuangan Negara sudah kami sita dari Penyedia MG dan dalam waktu dekat berkas perkara Dinas Ketahanan Pangan akan kami limpahkan ke Kejaksaan,” Kata Mantan Kapolres MBD .

Pasal yang disangkakan terhadap tiga orang tersangka, yakni, pasal 2 ayat (1), (2) dan atau pasal 3 Undang Undang nomor 31 tahun 1999, tentang perubahan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Lebih lanjut, anggaran Covid-19 tahun 2020 di refucusing sebesar 60 Millyard, dan yang direalisasikan yaitu, sebesar 41 Millyard untuk 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kabupaten Kepulauan Aru.

Namun dari Review maupun hasil data Dinas Kesehatan pada saat itu, Kabupaten Kepulauan Aru, masih dalam Zona Hijau.

“ BPKP telah lakukan Audit Investigasi dan mendapatkan temuan Indikasi Kerugian Keuangan Negara untuk 5 OPD Kabupaten Kepulauan Aru. Sedangkan, untuk 16 OPD lainnya masih kami dalami proses lidik ,” ujar Kapolres.

Dari Hasil Lidik serta keterangan Ahli LKPP dan Hasil BPKP Perwakilan Provinsi Maluku, pihaknya, melaksanakan Gelar Perkara dan menaikan status untuk 5 OPD ke Tahapan Penyidikan.

Adapun 5 OPD yaitu, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Aru.

“ Kami telah melakukan Pemeriksaan saksi, melakukan penyitaan terhadap Dokumen, melakukan pemeriksaan terhadap Ahli LKPP dan telah meminta kepada BPKP melakukan perhitungan kerugian negara untuk 5 OPD. Sehingga, BPKP perwakilan Provinsi Maluku telah mengeluarkan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara untuk Dinas Ketahanan Pangan ,” beber Kapolres.

Sedangkan, untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan,Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kepulauan Aru menyusul nantinya.

” Sementara itu, mengenai kasus KPU, pihak BPK RI sedang menghitung kerugian Negara sehingga setelah selesai menghitung kerugian negara baru kita tetapkan tersangka ,” pungkasnya.
Dedi Weusa.

Lanjutkan Membaca

Trending