Menyikapi Penanganan Covid19, Direktur LBH SIKAP ARU, Angkat Bicara.

197

Dobo-basudewanews.com, Wabah Pandemi Corona Virus Disease (COVID19) di Aru, belakangan ini banyak yang positif terpapar Covid19. Melalui hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru, di sampaikan oleh, ketua Harian Gugus Tugas,
Drs.Moh Jumpa Msi, baru baru ini lewat berbagai media.

Menyikapi wabah Pandemi di negeri yang memiliki julukan Jargaria, pada Selasa (29/6/2021) memantik reaksi dari Hendra Jamlaay selaku, Direktur LBH SIKAP ARU, mengatakan; saya sudah temui beberapa pekerja yang dinyatakan positif Covid19 pasca Swab di Kampung Ria, bahwa para Medis dari Puskesmas Siwalima, diketahui dua  hari setelah swab dan kembali periksa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo hasilnya, negatif.
” Berdasarkan hal tersebut, maka terjadi adu argumentasi antara ketua Satuan Tugas dengan Pasien, ” beber Hendra.

Lebih lanjut, menurut ketua Satuan Tugas Covid19, Fredrik Hendrik menerangkan, bahwa tes Covid19 tidak bisa dilakukan di RSUD Cendrawasih Dobo berhubung alat tes yang digunakan tidak sama yang digunakan oleh, tim Gugus Tugas Covid19.

Hendra Jamlaay selaku, Direktur LBH SIKAP ARU angkat bicara berupa, meminta Pemda Kabupaten Kepulauan Aru dan GUGUS TUGAS COVID19 harus jujur dalam mengatasi Pandemi Covid19 di Aru.
” Jangan bersandiwara dengan Covid19 untuk menekan aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Bila memang betul warga dinyatakan positif seharusnya, disampaikan secara terbuka.
” Jangan dikabarkan meningkat namun tempat karantina kosong alias tidak ada penghuni jika Tim Gugus Tugas mengklaim bahwa alat yang digunakan untuk rapid test di RSUD tidak bisa dipakai untuk deteksi Covid19 maka sederhananya Rapid yang selama ini dikeluarkan oleh, RSUD diduga hanya digunakan sebagai pelengkap administrasi.
” Dugaan pelengkap administrasi untuk masyarakat melakukan perjalanan selama ini adalah bohong, ” tuturnya.

Di ujung pembicaraan, Ia mengatakan,saya akan menyurati secara resmi Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk meninjau Penanganan Covid19 di Kabupaten Kepulauan Aru.
” Ia terpaksa melayangkan surat ke Pusat lantaran, diduga ada yang janggal soal penanganan Covid19,” pungkasnya.    Jus.S.