Hakim Sempat Menolak Saksi Dipersidangan.Lantaran, Saksi Tidak Tertuang Di Surat Perjanjian.

73

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, perkara gugatan sederhana wanprestasi Nomor 28/Pdt.G.S/2021/PN.Sby, berlanjut diruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (28/6/2021 ) dengan agenda menyampaikan bukti dan saksi.

Dewi Iswani selaku, Majelis Hakim tunggal selalu menyarankan sebelum diputus perkaranya agar Alvianto Wijaya (Penggugat) dan Kenny Harsojo (Tergugat) untuk melakukan perdamaian diluar persidangan .
” Kalau bisa diselesaikan damai antara penggugat dan tergugat. Siapa yang ditunjuk menjadi mediator atau kalau bisa diselesaikan sendiri antar pihak yang berperkara,” pesannya.

Dipersidangan, Majelis Hakim sempat menolak kesaksian Limanto disela-sela memberi keterangan.

Hal yang mendasari Majelis Hakim menolak lantaran, Majelis Hakim beranggapan jika antara saksi dan pihak Tergugat menjalin bisnis kerjasama dan dalam gugatan nama saksi tidak tertuang di perjanjian sewa/kontrak yang dibuat dihadapan notaris.

Namun penolakan itu mendapat sanggahan dari tim Penasehat Hukum Tergugat, dengan dasar hukum Pasal 146 HIR.

Atas sanggahan Majelis Hakim tidak menerima ataupun menolak saksi Limanto untuk memberikan keterangan, namun Majelis Hakim menekankan akan mempertimbangkan kesaksian Limanto setelah mempelajari pasal tersebut.
“Silahkan kalau mau bertanya, nanti akan saya pertimbangkan setelah saya baca pasal 146 HIR nya,” paparnya.

Sedangkan, pihak Penggugat tetap meminta agar tergugat memperbaiki kerusakan lubang lubang dinding dan keramik pada lantai yang retak retak pada bangunan ruko saat usai disewa  tergugat.

Hal lainnya, uang 15 juta sebagai jaminan sewa masih utuh Majelis.
” Akan saya kembalikan jika Tergugat sudah memperbaiki ruko saya ” tegasnya.

Masih menurut penggugat, dalam pertanyaannya, kok saksi bisa tahu semuanya secara detail masalah kerusakan dan tidaknya didalam ruko tersebut ?.

Dalam keterangan saksi sampaikan, bahwa dia tahu semua dikasih tahu oleh tergugat Kenny Harsojo.

Lain halnya, dengan Tergugat menyatakan, alasan tidak diterimanya pengembalian kunci dari tergugat adanya prestasi yang belum diselesaikan, yakni adanya tembok yang masih berlubang.

Lebih lanjut, Tergugat tetap keukeuh meminta jaminan 15 Juta, agar dikembalikan selesai sudah.
” Saya sudah memperbaiki ruko sesuai yang di minta pemilik ruko ,” tuturnya.

Dalam perkara ini, kedua pihak tampak tidak ada titik temu guna berdamai maka diujung persidangan Majelis Hakim akan melanjutkan persidangan pada lusa depan.   MET.