Connect with us

Hukrim

Wempi Darmapan Ketua Koperasi Serba Usaha Kepulauan Aru, Diadili Di Surabaya.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Anak dari Lambertus Darmapan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Cendrawasih Lestari di Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya pada (22/6/2021).

Dipersidangan, Indra Koesuma Wardhani yang diwakili oleh, Yusuf Akbar  selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Perak Surabaya, dalam dakwaannya, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam Pasal 88 ayat (1) huruf c Juncto Pasal 15 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Masih menurut JPU, mengatakan, bahwa terdakwa merupakan Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Cendrawasih Lestari alamat Jalan Rabiajala RT. 001/Rw.004 Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, yang tugas dan kewenangannya mengendalikan jalannya roda koperasi.
“Mengangkat dan memberhentikan anggota, petugas tenaga teknis (GANIS) dan mempunyai kerjasama dengan PT. Anugrah Jati Utama dalam jual beli kayu gergajian juga sebelum terdakwa melakukan pengiriman kayu ke PT. Anugrah Jati Utama”, ucap JPU.

Hal lainnya, bahwa terdakwa menjual atau mengirim kepada PT. Anugerah Jati Utama yang beralamat di Dusun Grogolan, Desa Winong, Kec. Gempol Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur 2020. Adapun kayu gergajian berukuran : 10.0156 M3, tanggal Penerbitan tanggal 28-01 2020 sampai dengan tanggal 21-02-2020.

Akomodasi pengangkutan berupa, Kapal Darlin Isabet dan Daftar kayu olahan (DKO) tanggal 27 Januari 2020 sebanyak 9 (sembilan) lembar, 1 (satu) lembar Daftar Kayu Olahan (DKO) tanggal 27 Januari 2020 yang tidak dilengkapi dengan SKSHH-KO.
“Bahwa terdakwa telah melakukan Penyalahgunaan dokumen angkutan hasil hutan Kayu yang diterbitkan oleh, pejabat yang berwenang, ” papar JPU.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Dinyatakan Terbukti Bersalah 2 Kurir Sabu Dituntut Pidana Hukum Mati

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Genderang perang tanpa memberi kelonggaran ancaman hukuman terhadap para pelaku yang bermufakat memiliki, mengedarkan narkotika jenis sabu, ditunjukkan oleh, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Febri. Hal demikian, dibuktikan JPU, di persidangan agenda tuntutan yang bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (28/6/2022).

Dipersidangan tersebut, JPU menyatakan, bahwa ke-dua terdakwa yakni, Dwi Vibbi Mahendra dan Ikhsan Fatriana yang bermufakat menuruti perintah Joko maupun Alex berdasarkan kesediaan ke-dua terdakwa melakukan pekerjaan atau pemufakatan guna memenuhi kebutuhan ekonomi.

Kedua terdakwa pun, diperintahkan untuk mendownload aplikasi BlackBerry agar memudahkan komunikasi. Sedangkan, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian ke-dua terdakwa mengaku, pernah mengirim sabu seberat 17 Kg dengan mendapatkan upah sebesar 70 Juta.

Sementara, dari persidangan sebelumnya, agenda saksi meringankan dari ke-dua terdakwa yakni, Siti Zahara (istri Ikhsan Fatriana), JPU sebelum menyampaikan, tuntutan, memohon terhadap Majelis Hakim, Martin Ginting agar keterangan tersebut, layak di kesampingkan.

Hal lainnya, JPU juga mengatakan, di persidangan sebelumnya, ke-dua terdakwa mengakui, ditangkap Jajaran Polrestabes Surabaya, berikut Barang Bukti (BB) yaitu, 2 tas koper berisi sabu seberat 43 Kg, yang dikemas dalam bungkus teh China.

Berdasarkan uraian yang disampaikan JPU dipersidangan, bahwa ke-dua terdakwa dinyatakan telah terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2 ) dan tidak ditemukan alasan pembenar sehingga layak di hukum yang setimpal atas perbuatannya.
” Menuntut ke-dua terdakwa, karena terbukti bersalah menerima pemufakatan jahat sebagaimana yang dalam pasal 114 Juncto pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Menuntut untuk menjatuhkan pidana mati bagi kedua terdakwa ,” ungkap JPU.

Usai JPU bacakan tuntutan memantik Penasehat Hukum ke-dua terdakwa, guna menyampaikan nota pembelaan di persidangan berikutnya.     MET.

Lanjutkan Membaca

Trending