Connect with us

Hukrim

Dugaan Anomali Relaas Putusan, Berlanjut Sidang Dengan Agenda Pembuktian Surat.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Dugaan Anomali Relaas Amar Putusan perkara nomor : 28/Pdt.G.S/PN Sby, beralih sidang lanjutan dengan agenda pembuktian surat dari penggugat dan tergugat.

Dalam sidang sebelumnya, kenny Harsojo sebagai tergugat tidak hadir dipersidangan pada medio (14/6/2021) pada medio (15/6/2021) muncul anomali Relaas putusan hingga berdampak Martin Ginting selaku,Humas Pengadilan Negeri Surabaya, yang menyatakan klarifikasinya melalui layanan pesan chat via WhatsApp berupa, adanya kesalahan pihak panitera dan juru sita melakukan input.

Alhasil dari maraknya pemberitaan tersebut, hingga klarifikasinya dari pihak Humas Pengadilan Negeri Surabaya, maka pada medio (21/6/2021), Dewi Iswani menggelar sidang lanjutan. Dipersidangan tampak Kenny Harsojo tidak hadir dipersidangan namun, diwakili oleh, Penasehat Hukumnya sehingga persidangan ditunda.

Dalam sidang lanjutan, yang bergulir pada Rabu  (23/6/2021), Kenny Harsojo didampingi oleh, Penasehat Hukumnya. Sedangkan, Alvianto Wijaya sebagai penggugat juga tampak hadir dipersidangan.

Sidang yang bergulir diketuai oleh, Dewi Iswani selaku, Majelis Hakim tunggal tampak mengawali persidangan berupa,
menyampaikan permohonan maafnya terkait adanya relaas fiktif yang diterima oleh, Alvianto Wijaya selaku, penggugat melalui layanan via email.
” saya memohon maaf atas kejadian kemarin yang dimuat oleh, media dan disitu foto saya dipajang terkesan saya sudah memutus perkara. Ia sudah 25 tahun menjadi Majelis Hakim tidak pernah sekalipun menyimpang dari kewenangan saya,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kesalahan kemarin itu bukan dari saya tetapi adanya kesalahan memasukan data input yang seharusnya disampaikan ke nomer perkara 26 keliru ke nomer perkara 28.

Sebelum sidang dilanjutkan, akan saya sampaikan kepada tergugat dan penggugat mungkin ada jalan penyelesaian yang terbaik. Memang ketentuan perma no 2 tahun 2015 apabila tergugat tidak hadir dua kali maka Hakim harus memutus perkara.
” terus gimana saya memutus perkara ini ( sambil mengangkat stop map) kalau belum dibuktikan dipersidangan ,hakim punya keyakinan tersendiri untuk memutus perkaranya, ” jelasnya.

Penggugat dengan bukti bukti foto yang disampaikan ke Majelis Hakim  menunjukan kerusakan ruko akibat setelah dikontrak tergugat dan meminta agar diperbaiki.

Pihak tergugat juga sanggup dan bersedia untuk memperbaiki yang rusak. Namun hanya sebagian saja yang sudah diperbaiki,” paparnya.

Hakim menilai belum ada kesepakatan untuk berdamai maka sidang dilanjutkan dengan pembuktian surat yang kemudian pihak penggugat dan tergugat masing masing menyerahkan bukti bukti surat.

Kemudian Majelis Hakim memberikan kesempatan yang terakhir yakni, pekan depan kepada penggugat dan tergugat kalau ada tambahan bukti bukti yang di serahkan agar diserahkan kepada panitera pengganti kemudian agendanya putusan ” pungkasnya.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending