Dituntut 3 Tahun, Imam Santoso Dalam Pledoi Sebut, Jeratan Pasal 378 Jaksa Adalah Keliru.

83

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan perkara tindak pidana penipuan  yang disangkakan terhadap Imam Santoso selaku, Dirut PT. Daha Tama Adikarya, kembali bergulir dengan agenda penyampaian nota pembelaan (Pledoi).

Dipersidangan sebelumnya, terdakwa dituntut oleh, Irene selaku,Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Perak Surabaya, yakni, pidana penjara selama 3 tahun bagi terdakwa.

Melalui sidang lanjutan, pada Rabu (23/6/2021), terdakwa sampaikan nota pembelaan berupa, bahwa perusahaannya pada medio 2017 menjalin kerjasama dengan Willyanto Wijaya berupa, perjanjian jual beli kayu senilai 3,6 Milyard.

Hal lainnya, berdasarkan Ikatan Jual Beli kayu (IJB) dengan Willyanto Wijaya selaku, Direktur PT. Jasa Mitra Abadi (JMA) dalam kontrak 15 Ribu kubik. Uang muka dibayarkan 3 kali setelah terjadi kesepakatan kontrak.

Pada medio (26/9/2017) perusahaannya menerima pembayaran dari PT.Cipta Karya (CK) bukan dari PT.JMA sebesar 3 Milyard.

Atas kondisi tersebut, yang perlu dipertanyakan apa hubungan PT.CK dengan PT.JMA sehingga patut dipertanyakan pula sisi finansial PT.JMA.

Masih menurutnya, dapat disimpulkan perusahaannya tidak melakukan penipuan sebagaimana yang dijeratkan JPU terhadapnya.

Ia meyakini, perusahaannya masih sanggup
menyelesaikan sisa kontrak tersebut. Dengan adanya pemutusan sepihak dari PT JMA maka sisa pembayaran tidak bisa ditarik lagi, selain itu, perusahaannya masih memiliki devisit Cashflow sebesar 125 Juta.

Bahwa JPU menjeratnya dengan pasal 378 adalah keliru.
” Menurut pendapat terdakwa sebagaimana unsur melakukan rangkaian kebohongan secara melawan hukum untuk kepentingan diri sendiri dengan tuntutan 3 pidana penjara adalah keliru,” papar terdakwa.

Berdasarkan uraian yang disampaikan terdakwa memohon Majelis Hakim agar menyatakan dakwaan dan tuntutan JPU tidak terbukti secara sah dan membebaskan nya dari segala tuntutan hukum.

Sedangkan, nota pembelaan yang disampaikan Penasehat Hukum terdakwa yaitu, bahwa dalam surat dakwaan JPU dengan jeratan pasal 378 yang dituduhkan terhadap kliennya tidak terbukti secara sah.

Bahwa JPU menuntut pidana penjara selama 3 tahun adalah nyata nyata JPU tidak melihat fakta-fakta dipersidangan, baik keterangan para saksi-saksi, keterangan Ahli Pidana.

Ia memohon, kepada Majelis Hakim bahwa perkara ini adalah murni perkara perdata.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa kliennya tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam pasal 378 KUHP dan membebaskan kliennya seluruh dakwaan JPU .

Atas nota pembelaan yang dilakukan terdakwa maupun Penasehat Hukumnya JPU akan melakukan Replik (tanggapan nota pembelaan).                         MET.