Dwi Susilo Antar Bayi Lobster Di Pantai Nglarap Trenggalek, Divonis Setahun.

49

Surabaya-basudewanews com, Rangkain transaksi penjualan bayi lobster di Pantai Nglarap Trenggalek, telah menetapkan Dwi Susilo sebagai terdakwa. Keterlibatan terdakwa lainnya, yaitu, Alvinda Sofyan juga ditetapkan sebagai terdakwa sedangkan, Agus yang menerima kiriman bayi lobster dari kedua terdakwa statusnya, telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pada medio Senin (21/6/2021), di ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, sidang agenda bacaan putusan bagi Dwi Susilo (terdakwa) kembali bergulir. Tampak dipersidangan, Martin Ginting selaku, Majelis Hakim dalam bacaan putusan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun bagi Dwi Susilo (terdakwa).

Putusan tersebut, sedikit lebih ringan dari tuntutan Yusuf Akbar selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya, yaitu, pidana penjara selama 15 bulan.

Atas putusan Majelis Hakim, terdakwa maupun JPU memiliki reaksi yang sama yakni, menerima putusan Sang Majelis Hakim.

Untuk diketahui, Dwi Susilo sebelumnya, telah menghubungi Alvinda Sofyan (vonis 4 bulan) guna meminta informasi apakah Alvinda Sofyan sudah mengirimkan bayi lobster terhadap Agus (DPO).

Sebagaimana diketahui, Alvinda Sofyan saat dihubungi Dwi Susilo sesungguhnya, sudah diamankan oleh, Jajaran Kepolisian Polairud Polda Jatim. Sofyan Ali dalam keadaan diamankan terpaksa mengaku, kepada Dwi Susilo bahwa ia sudah berangkat mengirimkan bayi lobster. Selang berikutnya, Jajaran kepolisian sengaja menunggu Dwi Susilo melewati jalan area Pantai Nglarap Trenggalek menuju kediaman Agus (DPO).

Alhasil, upaya jajaran kepolisian yaitu, saat Dwi Sofyan melintas dengan menggunakan motor Trail merek CRF warna hitam sembari membawa tas ransel, langsung dihentikan guna dilakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan dalam tas ransel diketahui berisi 2 Ribu ekor bayi lobster.

Sayangnya, upaya pengembangan yang dilakukan jajaran kepolisian Agus selaku, pemesan bayi lobster statusnya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).          MET.