Connect with us

Hukrim

Dwi Susilo Antar Bayi Lobster Di Pantai Nglarap Trenggalek, Divonis Setahun.

Published

on

Surabaya-basudewanews com, Rangkain transaksi penjualan bayi lobster di Pantai Nglarap Trenggalek, telah menetapkan Dwi Susilo sebagai terdakwa. Keterlibatan terdakwa lainnya, yaitu, Alvinda Sofyan juga ditetapkan sebagai terdakwa sedangkan, Agus yang menerima kiriman bayi lobster dari kedua terdakwa statusnya, telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pada medio Senin (21/6/2021), di ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, sidang agenda bacaan putusan bagi Dwi Susilo (terdakwa) kembali bergulir. Tampak dipersidangan, Martin Ginting selaku, Majelis Hakim dalam bacaan putusan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun bagi Dwi Susilo (terdakwa).

Putusan tersebut, sedikit lebih ringan dari tuntutan Yusuf Akbar selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya, yaitu, pidana penjara selama 15 bulan.

Atas putusan Majelis Hakim, terdakwa maupun JPU memiliki reaksi yang sama yakni, menerima putusan Sang Majelis Hakim.

Untuk diketahui, Dwi Susilo sebelumnya, telah menghubungi Alvinda Sofyan (vonis 4 bulan) guna meminta informasi apakah Alvinda Sofyan sudah mengirimkan bayi lobster terhadap Agus (DPO).

Sebagaimana diketahui, Alvinda Sofyan saat dihubungi Dwi Susilo sesungguhnya, sudah diamankan oleh, Jajaran Kepolisian Polairud Polda Jatim. Sofyan Ali dalam keadaan diamankan terpaksa mengaku, kepada Dwi Susilo bahwa ia sudah berangkat mengirimkan bayi lobster. Selang berikutnya, Jajaran kepolisian sengaja menunggu Dwi Susilo melewati jalan area Pantai Nglarap Trenggalek menuju kediaman Agus (DPO).

Alhasil, upaya jajaran kepolisian yaitu, saat Dwi Sofyan melintas dengan menggunakan motor Trail merek CRF warna hitam sembari membawa tas ransel, langsung dihentikan guna dilakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan dalam tas ransel diketahui berisi 2 Ribu ekor bayi lobster.

Sayangnya, upaya pengembangan yang dilakukan jajaran kepolisian Agus selaku, pemesan bayi lobster statusnya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).          MET.

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending