Connect with us

Hukrim

Satreskoba Polrestabes Surabaya, Berhasil Tangkap Kurir Sabu Jaringan Lapas.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Polrestabes Surabaya kembali berhasil menangkap kurir narkotika jenis sabu di daerah Mojosari Kabupaten Mojokerto,pada hari Rabu (09/6/2021).

Diketahui tersangka yang ditangkap petugas berinisial WA berusia 28 warga Sidoarjo, yang kesehariannya sebagai pengangguran.

Melalui keterangan, Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Daniel S Marunduri, menyampaikan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari hasil pengembangan jaringan Lapas Jawa Timur dan mendapati informasi adanya peredaran gelap narkotika di daerah Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
“Kemudian dari anggota kami melakukan penyelidikan, profilling dan pembuntutan terhadap tersangka, lalu informasi tersebut, ditindak lanjuti dan kita berhasil melakukan penangkapan pada hari itu juga terhadap tersangka.Saat itu yang bersangkutan sedang asik bermain Hp,” jelas Kompol Daniel S Marunduri, pada Rabu (16/06/2021).

Tersangka WA saat digeledah, ditemukan narkotika jenis sabu sebagai barang bukti dengan berat total 32,62 gram dan Ganja berat Total 2.694,7 gram, Obat Keras (pil koplo) Total keseluruhan 40 Ribu butir dan 100 butir Psikotropika jenis Alprazolam.

Setelah diinterogasi, tersangka WA mengaku, pada (18/3/2021 yang lalu, telah menerima narkotika jenis Ganja di Pasar Lawang, Malang.

Sedangkan pil Alprazolam diterima pada (05/4/2021) di daerah Porong, Sidoarjo. Kemudian untuk narkotika jenis sabu dan pil koplo tersangka memperolehnya pada hari Sabtu (05/6/2021) di daerah Legundi, Krian.
” Pengakuan tersangka diperintah Nando (Bandar) untuk me-ranjau dan mengirimnya kepada pelanggan dengan diiming-imingi imbalan sebesar 200 Ribu hingga 400 Ribu setiap kali ngirim,” lanjutnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) sub, pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan Narkotika, dengan ancaman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun atau seumur hidup.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending