Connect with us

Daerah

Ketua Gugus Tugas Serukan, Pasien Terpapar Covid19, Guna Dievakuasi Ke Tempat Karantina.

Published

on

Aru Maluku-basudewanews.com, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2021,tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Corona Virus Disease 2019(COVID 19) di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid 19.

Ketua Harian Gugus Tugas (GUSTU) COVID19 Kabupaten Kepulauan Aru, Moh. Jumpa saat ditemui, jurnalis basudewanews.com, mengatakan, untuk membuktikan bahwa masyarakat kita itu tidak terkonfirmasi atau yang terkonfirmasi Corona Virus Disease (COVID19) maka Pemerintah Daerah mengambil kebijakan untuk tes terutama pada tempat-tempat yang di anggap rawan seperti tempat hiburan, perusahaan dan lain lain.
“Pelaksanaan tes tersebut, beberapa hari terakhir ini di lakukan secara intens di beberapa tempat hiburan dan perusahaan yang melibatkan karyawan-karyawati akan terus dilakukan ,” ungkap Moh Jumpa.

Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan tersebut, kita menemukan ada yang terkonfirmasi Covid19 di tiga tempat yaitu, di Karaoke, Perusahan ikan dan di Kampung Ria (kampung jawa). Sesuai laporan yang kami terima dari Dinas Kesehatan di Kampung Ria (kampung jawa) yang positif Covid19 berjumlah 35 orang, Perusahan ikan 12 orang dan 1 orang di karaoke jadi total yang positif berjumlah 48 orang kalaupun, ada tambahan kita tidak tahu karena belum ada laporan dari Dinas Kesehatan.
” Tindakan kita untuk tempat tempat hiburan dan perusahan yang mempekerjakan karyawan yang sudah terkonfirmasi Positif Covid19 itu kita batasi aktifitasnya selama 14 hari kedepan jadi tidak ada aktifitas, ” tegas Moh jumpa.

Ia menambahkan, untuk menindak lanjuti masalah ini maka Bupati Kabupaten Kepulauan Aru dan Ketua Gugus Tugas akan mengeluarkan surat edaran untuk mengikat seluruh pelaku usaha yang mempekerjakan karyawan dan yang sudah terkonfirmasi Covid19 agar tidak melakukan aktifitas dan di karantina. Adapun, lokasi karantina berada di Kilo-Meter Delapan tepatnya, di Balai pertanian.

Sedangkan untuk tempat hiburan atau karaoke itu akan diawasi dan melalui surat edaran. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa disiapkan guna di tandatangani oleh, Camat, Lurah, Kepala Desa ataupun RT/RW.  Pihaknya, memberikan tugas kepada mereka juga untuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap tempat/wilayah yang dinyatakan terkonfirmasi sehingga, kegiatan masyarakat bisa dikendalikan atau di batasi sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2021 tentang perpanjangan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Ia sudah perintahkan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yaitu, Fredik Hendrik, untuk mempersiapkan tempat karantina dengan segera dan mengevakuasi bagi mereka yang sudah terkonfirmasi Covid19.

Diujung pembicaraan, Moh.Jumpa menghimbau kepada masyarakat Aru agar bisa dapat mendukung program Pemerintah dalam penanganan Corona Virus Disease (COVID19) karena ini berskala Nasional bukan saja di Aru. Kami punya regulasi dari Pemerintah Pusat yang harus di tindak lanjuti serta daerah pun diharap juga menindak-lanjuti regulasi.

Kami sangat berharap, semua masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru turut mendukung sehingga masyarakat Aru, tidak menganggap remeh Covid19 karena di beberapa daerah sekarang ini sudah di kategori zona hitam karena banyak pasien yang meninggal adalah pasien yang terkonfirmasi positif Covid19.
“Sekali lagi, ia menghimbau dan berharap agar kita sama sama menjaga dan mematuhi protokol kesehatan supaya daerah kita ini benar benar bersih dari virus Corona atau Covid19, ” pungkasnya.     Kaperwil Maluku.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending