Connect with us

Hukrim

Diduga Si-Raja Tipu Venansius Niek Widodo, Eksepsinya Ditolak Jaksa.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Proses hukum berlanjut, bagi Venansius Niek Widodo sebagai terdakwa bergulir dengan agenda tanggapan eksepsi Jaksa Penuntut Umum diruang Sari Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (16/6/2021).

Dalam tanggapan yang dibacakan oleh,  Furqon Adi selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, berupa, memohon terhadap Suparno selaku, Majelis Hakim yang mengadili perkara Venansius Niek Widodo (terdakwa) melalui putusan sela agar menolak dan tidak menerima eksepsi terdakwa.

Hal lainnya, yang disampaikan, JPU, bahwa surat dakwaan atas nama Venansius Niek Widodo telah memenuhi ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf a dan huruf b KUHAP. Sehingga surat dakwaan bisa menjadi dasar
pemeriksaan terhadap terdakwa.

JPU menambahkan, sidang perkara yang melibatkan Venansius Niek Widodo sebagai terdakwa untuk dilanjutkan pemeriksaan ke pokok materi perkara.

Diujung bacaan tanggapan eksepsi JPU maka Majelis Hakim akan menjatuhkan putusan sela pada pekan berikutnya.   MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending