Penyelundupan 30 Ribu Bayi Lobster Senilai 1 Milyard, Digagalkan Polda Jatim.

49

Surabaya-basudewanews.com, Penyelundupan benih lobster alias benur digagalkan anggota jajaran Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, upaya penyelundupan dilakukan oleh, dua pelaku berinisial WNT (33) dan RA (24).

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, dalam jumpa pers pada Selasa (15/6/2021) mengatakan, penangkapan terhadap kedua pelaku yang merupakan warga Watulimo, Trenggalek, berawal dari laporan masyarakat, bahwa ditenggarai adanya aktivitas jual beli benih lobster pada hari Sabtu, 12 Juni 2021 lalu.
“Modusnya, puluhan ribu benih lobster dikirim menggunakan mobil Yaris merah Nopol AE-1291-PC sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah mengantongi bukti-bukti, kemudian petugas melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan mobil tersebut,” bebernya.

Dari hasil penggeledahan dalam mobil petugas menemukan tiga buah steorofom berisi 30.500 benur, terdiri dari 30 ribu jenis pasir dan 500 mutiara.

Dikesempatan yang sama, Wadir Reskrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy, mengungkapkan, peran para pelaku seperti halnya, RA sebagai pengepul benur dari para nelayan di kawasan Tulungagung dan sekitarnya, dan jika memenuhi syarat, hasilnya dijual ke WNT.
“Barang yang dijual ke WNT rencananya akan dijual ke Jakarta,” ungkap Zulham.

Masih menurutnya, setelah ditelusuri di lokasi kedua pelaku ternyata mempunyai benur sebanyak 79 ribu ekor. Namun yang berhasil digagalkan penyelundupannya 30 Ribu ekor benur.
“Sedangkan 39 ribu benur berhasil terjual. Artinya perbuatan para pelaku merugikan negara mencapai 1 Milyard,” ujarnya.

Atas perbuatan kedua tersangka dijerat Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 11 Tajun 2020 tentang perubahan Undang-undang (UU) Nomor 46 Tahun tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara atau denda 1,5 Milyard.

Jeratan pasal lain, yaitu, pasal 88 Juncto Pasal 16 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Juncto Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara atau denda 1,5 Milyard.           MET