Connect with us

Hukrim

Jaksa Tuntut 2 Tahun Pidana Bagi Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Dugaan keterlibatan Notaris Olivia Sherline Wiratno yang bekerjasama dengan Lukman Dalton menawarkan sebidang tanah dengan sertifikat palsu sehingga Notaris Olivia Sherline Wiratno disangkakan sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 atau pasal 372.

Dipersidangan, pada Selasa (15/6/2021) Darwis selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, tampak membacakan tuntutan berupa, keterlibatan perbuatan terdakwa dengan Lukman Dalton telah menjadikan terdakwa secara sah bersalah. Selain dinyatakan secara sah bersalah terdakwa juga memberikan keterangan berbelit-belit di persidangan.

Hal lainnya, terdakwa belum pernah dihukum dan sudah berusia lanjut.

Dalam tuntutan JPU memohon agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dan memerintahkan agar terdakwa tetap di tahan.

Atas bacaan tuntutan tersebut, Anud Putrajaya selaku, Penasehat Hukum terdakwa meminta waktu sepekan kedepan guna menyusun nota pembelaan secara tertulis.

Perlu diketahui, Notaris Olivia Sherline Wiratno yang beralamatkan dijalan Pasar Kembang no 26 A Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan Kota Surabaya, diduga telah melakukan perbuatan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu barang kepadanya.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending