Connect with us

Hukrim

Gegara Rugikan Harris Hotel, Jaksa Imitasi Divonis 2 Tahun Penjara.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Abdussamad selaku, Jaksa imitasi yang mengaku sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, divonis 2 tahun pidana kurungan. Atas putusan tersebut, Furqon Adi selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menyatakan, pikir-pikir padahal terdakwa menerima vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim.

Sidang agenda putusan pidana penjara selama 2 tahun bagi Abdusssamad sebagai terdakwa tampak kurang memuaskan JPU.

Usai persidangan, JPU saat ditemui basudewanews.com, mengatakan, bahwa memang terdakwa menerima putusan Majelis Hakim. Sedangkan, ia selaku, JPU belum berani mengambil sikap.
“Terdakwa memang menerima vonis 2 tahun pidana penjara namun, dalam hal ini, ia akan melaporkan ke pimpinan guna menentukan sikap. Masih ada waktu 14 hari sejak putusan dibacakan, coba nanti lihat perkembangannya ,” ucapnya.

Perlu diketahui, modus Abdussamad mengaku-ngaku sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, baru diketahui setelah terdakwa menginap di Harris hotel selama 2 bulan. Dalam kurun waktu 2  bulan terdakwa saat ditagih selalu berkelit sembari mengancam akan menutup operasional Harris Hotel.

Hal lainnya, yang dilakukan terdakwa, ada 2
orang yang turut menjadi korban karena ulahnya. Terdakwa menjanjikan bisa meloloskan korban masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Atas perbuatannya, telah mencoreng nama baik Kejaksaan Republik Indonesia, juga menimbulkan kerugian bagi Harris Hotel Surabaya, serta kedua korbannya Deni Alam Kusuma dan Muhammad Dandi Prasetiyo mengalami kerugian sebesar 500 Juta.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU terdakwa dijerat pasal 378 dengan ancaman tuntutan 3 tahun penjara.                    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending