Deddy Syahputra Tertangkap Bawa Sabu Saat Pesan Jasa Pijat Melalui Aplikasi Gagak Hitam.

31

Surabaya-basudewanews.com, Deddy Syahputra diindikasikan bawa sabu dari Merak Banten menuju Bungurasih Surabaya, sekaligus memesan kamar di Hotel Royal Prime plus layanan jasa pijat theraphy via aplikasi Gagak Hitam justru malah memaksanya jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, karena sebelumnya ia ditangkap oleh, Jajaran Polda Jatim.

Dimeja Hijau, Farida selaku, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jatim, tampak menghadirkan Mami sebagai juru pijat theraphy guna menyampaikan keterangannya. Adapun, keterangan yang disampaikan Mami yaitu, terdakwa minta booking kamar Hotel Prime Royal, plus jasa pijat theraphy.

Atas pemesanan terdakwa, ia minta rekomendasi resepsionis dan tersedia satu kamar yang tersisa yaitu, kama 505 .
‘ terdakwa memesan kamar via aplikasi Gagak Hitam. Aplikasi tersebut, diakui milik saksi serta melayani jasa pijat theraphy ,” ujarnya.

Keterangan Mami, terdakwa ditangkap Jajaran Polda Jatim, karena menguasai narkoba seberat 2 kg, mengakibatkan Hotel Prime Royal tidak menerima pembayaran booking kamar.
” Saya saja tidak dibayar terdakwa dan yang melakukan booking kamar adalah terdakwa ya !, yang seharusnya membayar terdakwa ,” ungkapnya.

Diujung, persidangan terdakwa mengamini keterangan saksi.

Untuk diketahui, Jajaran Polda Jatim mendapat informasi dari masyarakat, bahwa diarea Jalan Kranggan Surabaya, didepan Hotel Prime Royal kerap menjadi ajang transaksi narkoba.

Berdasarkan, informasi maka Jajaran Polda Jatim, melakukan pengintaian. Alhasil dari pengintaian ditangkaplah terdakwa yang kedapatan memiliki sabu seberat 2 kg, kartu ATM BRI, Handphone, 1 tiket bus PO Sinar Jaya turut diamankan sebagai barang bukti.

Atas perbuatannya, JPU menjerat sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.           MET.