Connect with us

Peristiwa

PITI, PERMABUDHI Dan Yayasan Budha Tzu Chi Giat Sosial Di Medokan Semampir Timur DAM II Surabaya.

Published

on

Surabaya-basudewanews com, Beberapa perhimpunan seperti Persatuan Islam Thionghoa Indonesia (PITI), Persatuan Umat Budha Indonesia (PERMABUDHI) dan yayasan Budha Tzu Chi Indonesia melakukan giat sosial dengan program sejuta paket beras dan masker Kepada masyarakat di 6 provinsi pulau Jawa.

Giat sosial tersebut, dari beberapa perhimpunan yang juga didukung oleh, bermacam-macam pengusaha swasta, mengusung motto yaitu, Menuju Indonesia Sejahtera dan Untukmu Negeri Kami Berbakti.

Melalui pantauan dilapangan, giat sengaja dilakukan lantaran, giat berbagi kebahagiaan adalah suatu akar budaya bangsa. Selain itu, guna membantu antar sesama pada masa Pandemi Covid 19.

Motto Menuju Indonesia Sejahtera dan Untukmu Negeri Kami Berbakti sengaja diusung beberapa perhimpunan yang merayakan Imlek. Perayaan Imlek berupa, giat sosial dari beberapa perhimpunan karena Bangsa Indonesia sedang mengalami masa Pandemi Covid19.

Atas masa Pandemi Covid19, kami merayakan Imlek dengan kesederhanaan dan prihatin dengan kondisi masyarakat yang terdampak.

Richard salah satu perwakilan beberapa perhimpunan saat ditemui basudewanews com, menyampaikan, giat sosial bisa terlaksana atas dukungan beberapa organisasi kemasyarakatan seperti, Yayasan Budha Tzu Chi, PERMABUDHI, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa, Perhimpunan Indonesia Tionghoa, Paguyuban Islam Tionghoa Indonesia, Artha Graha Peduli dan Eka Tjipta Fouindation.

Masih menurutnya, giat sosial terlaksana karena mengingat sebuah pepatah yakni, ” Di manapun Kita Dilahirkan, Kita Semua Saudara Tanpa Harus Ada Hubungan Darah ,” paparnya.

Ia menambahkan, walau kita berasal dari keluarga yang berbeda namun, perasaan salin peduli dan saling berbagi tidak dapat dihalangi oleh perbedaan perbedaan.
” Dengan hati yang tulus kami bersyukur dapat bersama-sama saling mengenal dan berbagi ,” imbuhnya.

Pelaksanaan pembagian beras 10 kg dan masker kepada warga tampak meriah. Tampak dalam pelaksanaan salah satu Jajaran dari Polsek Sukolilo dan TNI tanpa harus berjibaku atau memberi seruan karena panitia maupun warga tertib melaksanakan protokol kesehatan.                                                                     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending