Saksi Meringankan Belum Bisa Hadir, Sidang Venansius Niek Widodo Ditunda.

46

Surabaya-basudewanews.com, Sidang  agenda saksi yang meringankan bagi Venansius Niek Widodo tertunda karena saksi belum bisa hadir ke-muka persidangan. Venansius Niek Widodo yang ditetapkan sebagai terdakwa atas sangkaan tipu gelap membuat Soewondo merugi sebesar 75 Milyard.

Dalam perkara tipu gelap senilai puluhan Milyard, tampak terdakwa masih bisa menghirup udara segar lantaran, penahanannya mendapat penangguhan dari sang Majelis Hakim.

Untuk diketahui, terdakwa tersangkut perkara tindak pidana penipuan adalah perkara yang ketiga kalinya. Dua perkara sebelumnya, ditangani oleh Kejaksaan Negeri Surabaya, dan terbaru terdakwa kembali terjerat kasus untuk keempat kalinya juga ditangani Kejaksaan Negeri Surabaya.

Dalam hal, perkara tipu gelap yang disangkakan terdakwa ditangani oleh, Kejaksaan Perak Surabaya. Terdakwa harus kembali jalani persidangan dan tampak  saksi yang meringankan tidak bisa hadir di persidangan maka sidang pun tertunda.

Perkara dugaan investasi bodong yang terbingkai dalam kerjasama beberapa perusahaan pertambangan nikel melibatkan Venansius Niek Widodo (terdakwa) dan Hermanto Oerip (berkas terpisah).

Untuk diketahui, Yusuf Akbar selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Perak Surabaya, dari data yang dihimpun, keterangan 4 saksi dibacakan oleh,JPU.

Inti keterangan 4 saksi yang dibacakan, menyatakan, uang Soewondo yang di investasikan ke PT. Rockstone Mining Indonesia sebesar 75 Milyard.

Masih pada keterangan 4 saksi yang dibacakan, dana investasi Soewondo di PT. RMI telah dicairkan oleh, terdakwa. Padahal menurut keterangan Soewondo (korban) di awal persidangan mengatakan, terdakwa tidak termasuk dalam struktur PT.RMI.

Dugaan kolaborasi atau komplotan telah tersusun rapi. Bagaimana tidak rapi, terdakwa yang tidak termasuk dalam struktur PT.RMI bisa mencairkan uang Soewondo yang di investasikan ke PT.RMI.

Masih menurut, istri Soewondo (korban) dalam keterangannya, menyampaikan, bahwa PT.RMI adalah fiktif.
” Semua kegiatan fiktif semua ,” ungkap istri korban.

Atas keterangan, istri korban terdakwa malah berkelit bahwa ia juga sebagai korban.

Sedangkan, tanggapan terdakwa atas keterangan para saksi yang dibacakan JPU
terdakwa, menyatakan, pengakuan bahwa uang yang dicairkannya kembali ke Hermanto Oerip.

Perkara menarik, yang memangsa korbannya, hingga Puluhan Milyard naik ke muka persidangan toh !, terdakwa mendapatkan penangguhan penahanan dari Sang Majelis Hakim.           MET.