Kecewa Kinerja Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut. Ketua LSM Nusantara Aru, Angkat Bicara.

35

Dobo-basudewanews.com, Tol Laut merupakan salah satu Program Presiden RI Joko widodo untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia, lebih khususnya, di daerah 3 TP agar harga barang/sembako bisa di sesuaikan dengan daerah daerah di pulau Jawa.

Namun sangat di sayangkan apa yang diharapkan oleh Presiden RI tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Hal tersebut, di buktikan dengan terjadinya pengurangan kuota kontainer untuk Kabupaten Kepulauan Aru yang diduga di lakukan oleh, Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut(DIRLALA) dibawa Pimpinan Antony Arif Priadi.

Implementasi kebijakan diindikasikan tanpa ada konfirmasi atau koordinasi lebih dulu dengan pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku.

Hal ini, di sampaikan oleh, Alo Tabela selaku,
kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Aru di ruang kerjanya pada kamis (10/6/2021).

Ia menambahkan, bahwa pengurangan kuota kontainer ini saya dengar dari para pengusaha yang menggunakan jasa Tol Laut dan masih menurut salah seorang rekan di ekspedisi Perhubungan Pusat sama sekali tidak ada pemberitahuan atau surat yang di kirim ke meja kerjanya.
” saya kecewa dengan kinerja seperti ini. Padahal tujuan Tol Laut adalah progres yang sangat bagus juga menguntungkan masyarakat. Sangat disayangkan hal ini terjadi, diduga ada oknum oknum tertentu yang meraup keuntungan besar dari Tol Laut ,” ungkap Kadis Perindag.

Untuk diketahui, Kepulauan Aru, daya beli masyarakat sangat tinggi namun, sembako yang di datangkan dengan kontainer Tol Laut (bersubsidi) terbatas sehingga stok cepat habis.

Secara terpisah, Legend Apanath selaku, Ketua LSM Nusantara Kepulauan Aru Mandiri dan juga mantan ketua KNPI Aru, pada Kamis (10/6/2021) di Cafe Tampa Bakumpul, kepada basudewanews.com, menyampaikan, hal tersebut, terjadi maka secara otomatis, mau tidak mau masyarakat harus membeli sembako yang di datangkan dengan kontainer Reguler (non-subsidi) yang berdampak selisih harga menjadi lebih mahal, ” paparnya.

Masih menurutnya, ia sebagai Pemuda Aru dan sebagai Ketua LSM Nusantara Aru, sangat prihatin kalau kuota Tol Laut di Aru ini di kurangi. Pasalnya, Presiden membuat kebijakan Tol Laut adalah langkah yang tepat guna harga barang di wilayah Indonesia Timur dan pulau terluar atau 3TP dengan wilayah lain (Jawa) bisa setara.

Lebih lanjut, bahwa stok sembako yang di angkut dengan Tol Laut (subsidi) itu sangat minim jika di bandingkan dengan stok sembako reguler (non subsidi).

Bila kita persentasikan itu bisa 80% barang Reguler sementara 20% itu barang Tol Laut.
Yang patut kita pertanyakan, kenapa jatah kontainer Aru di kurangi hingga hanya tersisa 20 kontainer?. Ataukah ada pihak atau oknum tertentu yang sengaja permainkan jatah kontainer untuk Aru?.
“Menurut pandangan hematnya, ada kapal penugasan kenapa kontener Tol Laut untuk Aru tidak di muat dengan kapal penugasan saja? ,” ungkapnya dengan nada kesal.

Ia menambahkan, kalau dengan kapal penugasan otomatis semua kontainer yang di muat itu pasti kontainer Tol Laut. Sebenarnya, berapa banyak sih !, jatah untuk Aru?.

Namun, kalau kontainer (subsidi) di muat dengan kapal swasta maka sudah tentu barang menjadi pihak Reguler (non-subsidi)
maka tersirat kesan Reguler (non-subsidi)
memperbanyak kontainer mereka ketimbang Tol Laut.

Dugaan kapal milik swasta tidak mau memuat kontainer Tol Laut dalah sangat  berlebihan, mereka pihak swasta juga tidak mau rugi.

Ia atas nama masyarakat Aru memohon kepada Presiden Ri, Kementerian Perhubungan untuk serukan agar Antony Arif Priadi selaku, Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut, segera kembalikan jatah kuota kontainer Kabupaten Kepulauan Aru.

Secara terpisah, beberapa oknum pengusaha yang namanya tidak mau diunggah, mengatakan, Tol Laut sangat membantu kami harga barang sembako juga murah jadi masyarakat turut senang. Dibandingkan dengan harga sembako Reguler (non-subsidi).

Dampak, harga sembako Reguler (non-subsidi) mengakibatkan ada selisih harga di pasaran. Kami minta agar Pemerintah bisa menambah jatah kuota kontainer Tol Laut lebih banyak lagi untuk Kepulauan Aru.

Harapannya, kami mau pesan barang banyak tetapi kontainer (subsidi) terbatas hingga munculah kendala seperti barang yang kami pesan di sesuaikan saja dengan jatah kuota kontainer (subsidi) Tol Laut.
Jus.S.