Connect with us

Hukrim

Proyek Cetak Al-Qur’an Fiktif, Aulia Rahman Diadili Lantaran, Rugikan Saleh Ahmad 1,2 Milyard..

Published

on

Surabaya – basudewanews.com, Aulia Rahman beralasan memenangkan proyek Cetak Al-Qur’an dan menawarkan investasi modal terhadap Saleh Ahmad berakhir ke meja hijau guna jalani proses hukum. Selain tawarkan investasi terdakwa juga berjanji memberikan keuntungan dalam kurun sebulan.

Dipersidangan, 2 saksi sebagai korban dihadirkan Ari Muzakki selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya. Kedua saki yakni Saleh Ahmad dan dokter Amanda M. Fauzi adalah sepasang suami-istri.

Dalam keterangan, Saleh Ahmad mengawali keterangannya, berupa, terdakwa tawarkan investasi modal dengan laba 10 persen dan pengembalian modal dalam kurun waktu sebulan.
” Terdakwa mengaku dapat proyek besar serta butuh pemodal guna kucurkan dana sebesar 1,2 Milyard ,” ucapnya.

Seiring berjalannya waktu di bulan pertama saksi tidak diberi laba 10 persen.Disaat saksi butuh dana guna pembayaran angsuran rumah terdakwa selalu berdalih dan menghindar maka ia menelisik kebenaran terdakwa dapat proyek.

Alhasil, diketahui ternyata terdakwa tidak memenangkan proyek besar malah diketahui saksi perusahaan percetakan bukan milik terdakwa.
” Melalui informasi yang didapat nya, bahwa percetakan milik ayah terdakwa dan tidak pernah dapat proyek besar cetak Al-Qur’an ,” beber saksi.

Lebih miris lagi, modal 1,2 Milyard yang diinvestasikan saksi malah dibuat untuk kebutuhan sehari-hari oleh terdakwa.

Sesi selanjutnya, Amanda M.Fauzi yang bekerja sebagai dokter dalam keterangannya, mengatakan, diketahuinya suaminya ada kerjasama dengan terdakwa dalam bentuk mencetak buku Islam.

Diawal bulan, suaminya tidak diberi laba seperti yang pernah dijanjikan oleh, terdakwa selalu di iming-imingi bahwa ada pekerjaan proyek lagi.

Setelah diketahui terdakwa hanya modus ia-pun mendesak agar mengembalikan modal investasi.

Atas desakan tersebut, diketahui bahwa terdakwa mengakui, uang dipakai kepentingan pribadi terdakwa.

Sepasang suami istri merasa tertipu maka melaporkan perkara ini hingga berbuntut ke meja hijau.

Atas perbuatan terdakwa JPU menjeratnya sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 atau pasal 372 KUHPidana.           MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending