Proyek Cetak Al-Qur’an Fiktif, Aulia Rahman Diadili Lantaran, Rugikan Saleh Ahmad 1,2 Milyard..

41

Surabaya – basudewanews.com, Aulia Rahman beralasan memenangkan proyek Cetak Al-Qur’an dan menawarkan investasi modal terhadap Saleh Ahmad berakhir ke meja hijau guna jalani proses hukum. Selain tawarkan investasi terdakwa juga berjanji memberikan keuntungan dalam kurun sebulan.

Dipersidangan, 2 saksi sebagai korban dihadirkan Ari Muzakki selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya. Kedua saki yakni Saleh Ahmad dan dokter Amanda M. Fauzi adalah sepasang suami-istri.

Dalam keterangan, Saleh Ahmad mengawali keterangannya, berupa, terdakwa tawarkan investasi modal dengan laba 10 persen dan pengembalian modal dalam kurun waktu sebulan.
” Terdakwa mengaku dapat proyek besar serta butuh pemodal guna kucurkan dana sebesar 1,2 Milyard ,” ucapnya.

Seiring berjalannya waktu di bulan pertama saksi tidak diberi laba 10 persen.Disaat saksi butuh dana guna pembayaran angsuran rumah terdakwa selalu berdalih dan menghindar maka ia menelisik kebenaran terdakwa dapat proyek.

Alhasil, diketahui ternyata terdakwa tidak memenangkan proyek besar malah diketahui saksi perusahaan percetakan bukan milik terdakwa.
” Melalui informasi yang didapat nya, bahwa percetakan milik ayah terdakwa dan tidak pernah dapat proyek besar cetak Al-Qur’an ,” beber saksi.

Lebih miris lagi, modal 1,2 Milyard yang diinvestasikan saksi malah dibuat untuk kebutuhan sehari-hari oleh terdakwa.

Sesi selanjutnya, Amanda M.Fauzi yang bekerja sebagai dokter dalam keterangannya, mengatakan, diketahuinya suaminya ada kerjasama dengan terdakwa dalam bentuk mencetak buku Islam.

Diawal bulan, suaminya tidak diberi laba seperti yang pernah dijanjikan oleh, terdakwa selalu di iming-imingi bahwa ada pekerjaan proyek lagi.

Setelah diketahui terdakwa hanya modus ia-pun mendesak agar mengembalikan modal investasi.

Atas desakan tersebut, diketahui bahwa terdakwa mengakui, uang dipakai kepentingan pribadi terdakwa.

Sepasang suami istri merasa tertipu maka melaporkan perkara ini hingga berbuntut ke meja hijau.

Atas perbuatan terdakwa JPU menjeratnya sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 atau pasal 372 KUHPidana.           MET.