Connect with us

Hukrim

Pantai Unam Trenggalek Jadi Ajang Penyelundupan Bayi Lobster 22 Ribu Ekor Berhasil Diungkap, Ditpolairud Polda Jatim.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Ditpolairud Polda Jatim, mengungkap penyelundupan benih lobster pada Minggu (6/7/2021) di pantai Unam, Jalan Wilis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek.

Dalam jumpa pers, tersangka inisial W warga asal Wonogiri, Jawa Tengah, diamankan Ditpolairud Polda Jatim beserta barang bukti benih lobster sebanyak 22 ribu ekor jenis pasir dan jenis mutiara.

Dari hasil pemeriksaan tersangka W yang sedang mengendarai mobil nopol F 1336 QR ditemukan tas ransel berisi ribuan benih Lobster.

Kombes Pol Gatot Repli Handoko, pada Selasa (9/7/2021), dihadapan para awak media mengatakan, atas peristiwa ini berdampak kerugian pada Sumber Daya Manusia (SDM) kelautan khususnya, udang lobster mengalami penurunan populasinya.

Sedangkan, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jatim, AKBP Siswanto, memaparkan ikhwal kronologisnya, yang bermula pada hari Minggu (6 Juni 2021), sekitar jam 16.30 WIB, di Jalan Wilis Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek, ditenggarai pelaku mengendarai mobil honda jazz berwarna silver nopol F 1336 QR dengan membawa bayi lobster sejumlah tiga kardus berisi masing-masing 25 kantong dan 22 kantong plastik.
“Didalam kantong plastik tersebut, berisi bayi losbter masing-masing  berisi 200-250 ekor bayi lobster yang diletakkan di dalam bagasi mobil yang rencananya akan diberikan ke (P) penerima di wilayah Solo,” bebernya.

Atas perbuatan W pihak Jajaran Ditpolairud Polda Jatim, menjeratnya sebagaimana yang diatur dalam pasal 92 Juncto pasal 26 ayat 1 Undang-Undang nomor 11 tentang cipta kerja Juncto Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.             MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending