Asteria Ismi Melabrak Pelakor Malah Berujung Ke Meja Hijau.

57

Surabaya-basudewanews.com, Asteria Ismi melabrak Wenny Handayani terduga pelakor hingga kesetanan justru, membawanya ke meja hijau atas sangkaan penganiayaan. Perbuatan Asteria Ismi mengakibatkan luka-luka sehingga pasal yang dijeratkan terhadapnya yaitu, pasal 351 ayat 1 KUHPidana.

Dipersidangan, Ikhwal mula keduanya melalui perjanjian guna bertemu di Cafe jalan Pemuda Surabaya. Maksud keduanya bertemu guna mengklarifikasi hubungan Wenny Handayani dengan Zacharia Fananov (suami Asteria Ismi).

Dipersidangan, tampak Darwis selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan Wenny Handayani sebagai saksi guna menyampaikan keterangan.

Dikesempatan tersebut, Wenny Handayani mengatakan, tatkala, Aster beranjak ke masjid untuk menunaikan shalat bertemu dengannya. Di pertemuan tersebut, terjadilah
peristiwa bahwa terdakwa bermaksud merebut Handphonenya sembari kesetanan meneriaki dengan kalimat pelakor.

Masih menurutnya, ia berusaha mengajak terdakwa keluar masjid guna menyelesaikan permasalahan. Tatkala keduanya berjalan keluar masjid terdakwa masih terus meneriaki pelakor maka ia menuju ke toilet.

Upaya tersebut, malah diikuti terdakwa sembari menarik hijabnya dan posisi keduanya saling berhadapan dan melayang sebuah tamparan ke arah mukanya.

Penjaga toilet melihat perkelahian berusaha melerai sehingga Wenny Handayani meneruskan masuk kedalam toilet. Tak sabar menanti terdakwa menggedor- gedor pintu toilet tiba-tiba suami terdakwa datang melerai keduanya. Selanjutnya, ketiganya digiring oleh, satpam ke pos.

Atas peristiwa tersebut, Wenny Handayani melaporkan Asteria Ismi ke Polsek terdekat.

Diujung persidangan, terdakwa menyangkal keterangan saksi.
” Keterangan saksi tidak benar semua Yang Mulia ,” tegasnya.

Secara terpisah, terdakwa kepada basudewanews.com, mengatakan, apa yang disampaikan saksi itu fitnah.

Sedangkan, ibu terdakwa mengatakan, saya jauh-jauh dari Kediri langsung datang lantaran peristiwa yang dialami Asteria Ismi (anaknya).
” ia sebagai orang tua tiba langsung ke Sidoresmo Surabaya. Diketahuinya pada wajah Wenny Handayani tidak ada memar sama sekali karena memang tidak ada perbuatan menampar yang dilakukan oleh anaknya ,” bebernya

Asteria Ismi menambahkan, tidak ada perbuatan menampar. Ia mengakui, mengigit tangan Wenny Handayani karena berusaha merebut Handphonenya saat di Mushola didapati sedang mesra sayang-sayangan dengan suaminya (dalam layanan via chat).
MET.