Connect with us

Hukrim

Korban Nasuchah, Notaris Eny Wahyuni Serta Asisten, Joy Sanjaya Tjwa (pembeli) Keterangannya, Dikonfrontir  Majelis Hakim.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Perkara kejahatan intelektual yang melibatkan Khilfatil Muna dan Jano sebagai terdakwa berdampak Nasuchah (korban) kehilangan haknya sebagai pemilik rumah.

Perkara kejahatan intelektual juga berimbas terhadap para saksi guna di konfrontir oleh, Majelis Hakim. Dalam konfrontir keterangan para saksi Majelis Hakim sudah isyaratkan lampu kuning bahwa diantara para saksi akan bisa menjadi tersangka baru dalam perkara ini.

Meski Majelis Hakim beri sinyal lampu kuning bagi para saksi toh !, dipersidangan masing-masing para saksi tetap pada Keterangannya. Adapun, keterangan Eny Wahyuni selaku, Notaris yakni, pembuatan Akta Jual Beli (AJB) telah ada kesepakatan kedua pihak yakni, Nasuchah sebagai penjual dan Joy Sanjaya Tjwa sebagai pembeli namun, dihadapan Notaris diwakili oleh, Jano (terdakwa).

Atas jawaban Notaris, Majelis Hakim menyoal karena pembeli diwakili Jano tanpa ada surat kuasa.

Hal lain, yang disoal Majelis Hakim yaitu, saat AJB dibacakan ada Jano dan Nasuchah dengan nilai 200 Juta kemudian Nasucah keluar lalu masuk lagi.

Lebih lanjut, harga 200 Juta apakah wajar atau guna menghindari pajak lantaran jika menukil keterangan Joy Sanjaya Tjwa dipersidangan sebelumnya, dikatakan 400 Juta.

Majelis Hakim menganggap surat AJB yang dibuat Notaris adalah palsu. Pasalnya, dalam frasa kalimat AJB di katakan, kedua pihak sepakat dihadapan Notaris. Padahal fakta dari keterangan para saksi berbeda dengan frasa yang tertuang dalam AJB (Akta memuat keterangan yang tidak benar).

Masih menurut keterangan Majelis Hakim secara Standar Operasional (SOP) apakah seperti ini ?.
Padahal isi akta berlaku kuitansi yg sah juga disoal Majelis Hakim berupa, proses ini apakah ada?.

Majelis Hakim menilai, jika tidak maka berarti palsu karena yg menerangkan bukan pihak tapi Jano.

Sedangkan, keterangan Joy Sanjaya Tjwa selaku, pembeli bahwa ia dan Nasuchah  hadir dengan harga pembelian 400 Juta.

Atas keterangan para saksi bahwa sikap yang menyatakan tetap pada Keterangannya Majelis Hakim akan menentukan sikap siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara kejahatan intelektual yang merugikan Nasuchah sebagai pemilik rumah.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Terduga Curanmor Diringkus Polsek Kenjeran Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Pelaku curanmor di kawasan Jalan. Bulak Setro Surabaya, berhasil diamankan Polsek Kenjeran dari amukan massa. Pelaku itu berinisial FZ (30), adalah warga Bulak Banteng Kidul Surabaya.

Saat beraksi mencuri motor, FZ bersama rekannya, berinisial R. Namun aksinya, kepergok pemiliknya dan diteriaki maling, keduanya sempat kabur.

“Pelaku R ini berkeliling mencari sasaran. Tepat di TKP, pelaku berusaha membobol rumah kunci motor Yamaha Jupiter Z Nopol L 6072 MB, dengan kunci T,” ujar Kapolsek Kompol Ardi Purboyo, Kamis (26/1/2023).

Ketika dilakukan, pengejaran, pelaku FZ berhasil diamankan. Sedangkan pelaku R masih buron dan statusnya ditetapkan, sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

” FZ kami amankan beserta barang bukti hasil kejahatan dan sarananya. Sementara R saat ini masih dalam pencarian ,” ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku FZ dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.   AD.

Lanjutkan Membaca

Trending