Connect with us

Hukrim

Akte Pengakuan Hutang Notaris Tulus Widodo Dipermasalahkan Oleh, Majelis Hakim.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan perkara yang melibatkan Indra Tantomo warga Dharmahusada Surabaya, ditetapkan sebagai terdakwa. Sidang lanjutan, dengan agenda keterangan saksi Notaris yang membuat Akta Pengakuan Hutang.

Dipersidangan, Tulus Widodo selaku, Notaris  menjelaskan, bahwa saat itu atas kesepakatan para pihak dibuatkan akte pengakuan hutang No 3 antara Andi Gunawan dari pihak Koperasi Simpan Pinjam Putra Mandiri Jawa Timur (KSP PMJT) dengan George Harijanto sebagai kreditur dengan jaminan SHM No 1333 atas nama George Harijanto dengan Pinjaman sebesar Rp.4 milar yang disaksikan oleh para pihak dan saksi (5 orang ) serta ditandatangani juga oleh terdakwa.
“Selain Jaminan SHM juga ada jaminan tambahan Cek atau Giro dari terdakwa untuk menjamin pembayaran, itu sesuai kesepakatan tapi diluar. Kerena saat itu yang disepakati oleh para pihak nantinya uangnya ditransfer ke Indra,” bebernya.

Atas keterangan tersebut, Majelis Hakim mempertanyakan apakah saksi tau kalau uangnya itu sudah ditransfer dan terkait cek apakah saksi juga tau.
“Saya tidak tau cuma mendengar,” dalih Notaris yang berkantor di Perumahan Bukit Randungan Kab Gresik.

Majelis Hakim pun, berkata, “Loh,Kok bisa !, persoalan ini muncul karena isi perjanjian tidak sesuai ?. Dalam isi Akte Andi dan George seharusnya dituangkan dalam perjanjian masalah cek dan Transfer.
“Itu cuma masalah teknis Yang Mulia karena itu kesepakatan dari para pihak,” kelitnya.

Dikesempatan yang diberikan Majelis Hakim guna terdakwa menanggapi keterangan saksi yakni, ia membantah memberikan cek atau jaminan tambahan.
“Kalau uangnya ditransfer atas perintah George,” alibi terdakwa.

Untuk diketahui berdasarkan surat dakwaan para pihak membuat akte pengakuan hutang ke Notaris berupa SHM No 1333 atas nama George Harijanto di Kelurahan Siwalankerto Surabaya, dengan luas 1100 meter persegi.
“Setelah itu, terdakwa memperoleh uang sebesar 3.785 Milyard sudah termasuk adminitrasi dan pemotongan biaya lain-lain di koperasi,” tambah JPU.

Lebih lanjut, uang tersebut, oleh terdakwa ditransfer ke rekening atas nama PT Semesta Investama Persada sebesar  3.565 Milyard yang ditunjuk perusahaan M101. Dan sisanya 220 Milyard dipergunakan terdakwa membayar hutang.

Selang berikutnya, karena komitmen pembayaran selaku, pihak yang mengajukan pinjaman, terdakwa memberikan cek kepada Andi Gunawan anak Kadiono Gunawan yang juga menjabat Ketua KSP PMJT. Namun sayang, cek yang diberikan korban kosong.

Atas perbuatannya, Ni Made Sri Astri Utami selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya, mendakwa Indra Tamtomo mantan Direktur Utama PT. Aditama Raya Farmindo dengan Pasal 372 KUHP dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan.        MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Jalankan PT.Dewata Wanatama Lestari Andri Yanto Malah Tipu PT.Idub Sufi Wahyu Abadi Sebesar 5 Milyard

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang atas perkara sangkaan penipuan kayu yang melibatkan Andri Yanto sebagai terdakwa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (8/12/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Rista Erna dan Sabetania R.Paembonan, menghadirkan, 2 saksi guna dimintai keterangan.

Adapun, kedua saksi yakni, Paulus selaku, owner PT.Dewata Wanatama Lestari dan PT.Dewata Wahana Lestari serta David selaku, administrasi kedua PT.DWL tersebut.

Paulus dalam keterangan, mengatakan, PT.DWL yang memiliki izin, alat berat serta fasilitas. Sedangkan, terdakwa mewakili CV.Abadi Timber Jaya (ATJ).

Dalam perkara ini, terdakwa dari CV.ATJ, ada kerjasama dengan PT.DWL sejak (18/8/2017). Diperjanjian kerjasama tersebut, terdakwa datang bersama teman temannya, yakni, Tommy, A Tiong, Miftahul Huda, Candra dan Kharim.

Lebih lanjut, saksi sampaikan, inti dari perjanjian kerjasama CV.ATJ dengan PT.DWL yaitu, CV.ATJ hanya melakukan operasional dan penebangan hutan.

Paulus, memaparkan, pembagian Deviden waktu itu, CV.ATJ memberikan fee ke perusahaan saya (PT. DWL) sebesar 400 Ribu dengan estimasi harga kayu perkubik 1 Juta.

Setahu Paulus, CV.ATJ yang bekerjasama dengan PT.DWL pelaksanaannya tidak performa.

Sisi lainnya, terdakwa yang mencatut nama PT.DWL karena menjalankan operasional 100 persen, ada jual beli kayu dengan PT.Idub Sufi Wahyu Abadi (ISWA). Hal demikian, saya ketahui ada somasi yang didalam somasi berisi nama terdakwa.

Atas somasi tersebut, saya melayangkan jawaban melalui, Penasehat Hukum karena saya tidak kenal korban PT.ISWA.

Paulus juga membeberkan, sebelum menjalankan operasional PT.DWL terdakwa kami minta kesanggupan modal yang cukup.

” Alat berat kami dalam penguasaan Leasing. Terdakwa bisa menjalankan, operasional PT.DWL lantaran, setor 10 Milyard untuk bayar ke leasing ,” tuturnya.

Masih menurut Paulus, perihal, terdakwa setor 10 Milyard, dimungkinkan, guna menggaet investor maka terdakwa meyakinkan, investor berupa,bahwa PT.DWL diakui milik terdakwa.

Pengakuan terdakwa lain, yaitu, rumah Paulus dikabarkan telah dibeli terdakwa. Padahal, hanya kontraktor.

Masih terkait, dana sejak April 2018 , disampaikan, Paulus, saya cari cari terdakwa karena cek yang diberikan kosong.

Sedangkan, David selaku, administrasi PT. DWL yang ditugasi khusus menangani perjanjian, mengatakan, saya yang membuat draft kontrak antara CV.ATJ dengan PT.DWL

Saat perjanjian, syarat yang harus dipenuhi yakni, alat berat kami di hutan terkait dengan SAM Finance.

” Kita bisa beroperasi asal kita ada pembayaran ke SAM Finance ,” ungkapnya.

Awalnya, ada pembayaran sebesar 1 Milyard ke SAM Finance, dan sisanya 5 cek rencana akan di cairkan namun, 5 cek tidak bisa dicairkan maka saya email, telpon ke terdakwa bahwa cek kosong. Saat itu, terdakwa menjawab masih diusahakan investor.

David tidak memungkiri, bahwa stempel asli PT.DWL dengan stempel yang dibuat terdakwa berbeda.

Atas keterangan kedua saksi, Sang Pengadil memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi.

Dalam tanggapan, terdakwa mengatakan, berkaitan cek ada 7 kali. Selebihnya, terdakwa amini keterangan kedua saksi.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending