Connect with us

Hukrim

Pantai Nglarak Trenggalek, Oleh 2 Kurir Kerap Dijadikan Ajang Transaksi Benur Ilegal.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Pantai Nglarak Trenggalek, salah satu alternatif pilihan bagi masyarakat guna melepas penat dari aktivitas namun, berbeda bagi Budi Susilo dan Alvinda Sofyan. Perbedaan pemanfaatan sarana tampak tatkala keduanya justru malah menjadikan sarana wisata sebagai ajang transaksi bayi benur secara ilegal (tanpa izin).

Hal tersebut, kian santer hingga membuat Jajaran Polda Airud guna melakukan pemantauan dan penangkapan.

Dipersidangan, Alvinda Sofyan dan Budi Susilo ditetapkan sebagai terdakwa guna menjalani proses hukum pada Senin (8/6/2021) di Pengadilan Negeri Surabaya.

Pada agenda mendengar keterangan saksi,tampak I Gede Willy selaku,Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Perak Surabaya, menghadirkan 2 orang saksi guna menyampaikan keterangan.

Adapun kedua saksi yaitu, Haryanto dan Hermawan selaku, Jajaran Polair Polda Jatim, menyampaikan, bahwa berdasarkan informasi dari masyarakat ia berserta tim Jajaran Polair Polda Jatim, melakukan pengintaian atas kebenaran informasi tersebut.

Di pantai nglarak Trenggalek, Dwi Susanto dan Alvinda Sofyan terpaksa dilakukan penangkapan dan penggeledahan. Dari penggeledahan Alvinda Sofyan yang membawa tas ransel diketemukan bayi benur sebanyak 200 ekor.

Masih menurut saksi, Alvinda Sofyan mengaku bayi benur didapat dari Rasyid salah satu nelayan di Pantai Nglarak Trenggalek dan statusnya kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Hal lain, yang disampaikan saksi yaitu, Setelah penangkapan Alvinda Sofyan selang 30 menit Budi Santoso melintas dan seketika itu, langsung diamankan.Alhasil dari penangkapan Budi Santoso ditemukan 11 kantong plastik yang berisi bayi benur sebanyak 2 Ribu ekor. Menurut pengakuan kedua terdakwa, bayi benur akan disetorkan ke Agus (pengepul)

Usai kedua saksi menyampaikan keterangan yang sama, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap kedua terdakwa guna menanggapi keterangan kedua saksi.

Dalam tanggapan kedua terdakwa mengamini keterangan kedua saksi.

Atas perbuatan kedua terdakwa JPU menjeratnya sebagaimana yang diatur dan diancam dalam pasal 92 Juncto pasal 26 ayat 1 Undang-Undang no 11 tahun 2020 tentang cipta kerja Juncto Undang-undang no 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang no 31 tahun 2004 tentang perikanan Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Jalankan PT.Dewata Wanatama Lestari Andri Yanto Malah Tipu PT.Idub Sufi Wahyu Abadi Sebesar 5 Milyard

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang atas perkara sangkaan penipuan kayu yang melibatkan Andri Yanto sebagai terdakwa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (8/12/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Rista Erna dan Sabetania R.Paembonan, menghadirkan, 2 saksi guna dimintai keterangan.

Adapun, kedua saksi yakni, Paulus selaku, owner PT.Dewata Wanatama Lestari dan PT.Dewata Wahana Lestari serta David selaku, administrasi kedua PT.DWL tersebut.

Paulus dalam keterangan, mengatakan, PT.DWL yang memiliki izin, alat berat serta fasilitas. Sedangkan, terdakwa mewakili CV.Abadi Timber Jaya (ATJ).

Dalam perkara ini, terdakwa dari CV.ATJ, ada kerjasama dengan PT.DWL sejak (18/8/2017). Diperjanjian kerjasama tersebut, terdakwa datang bersama teman temannya, yakni, Tommy, A Tiong, Miftahul Huda, Candra dan Kharim.

Lebih lanjut, saksi sampaikan, inti dari perjanjian kerjasama CV.ATJ dengan PT.DWL yaitu, CV.ATJ hanya melakukan operasional dan penebangan hutan.

Paulus, memaparkan, pembagian Deviden waktu itu, CV.ATJ memberikan fee ke perusahaan saya (PT. DWL) sebesar 400 Ribu dengan estimasi harga kayu perkubik 1 Juta.

Setahu Paulus, CV.ATJ yang bekerjasama dengan PT.DWL pelaksanaannya tidak performa.

Sisi lainnya, terdakwa yang mencatut nama PT.DWL karena menjalankan operasional 100 persen, ada jual beli kayu dengan PT.Idub Sufi Wahyu Abadi (ISWA). Hal demikian, saya ketahui ada somasi yang didalam somasi berisi nama terdakwa.

Atas somasi tersebut, saya melayangkan jawaban melalui, Penasehat Hukum karena saya tidak kenal korban PT.ISWA.

Paulus juga membeberkan, sebelum menjalankan operasional PT.DWL terdakwa kami minta kesanggupan modal yang cukup.

” Alat berat kami dalam penguasaan Leasing. Terdakwa bisa menjalankan, operasional PT.DWL lantaran, setor 10 Milyard untuk bayar ke leasing ,” tuturnya.

Masih menurut Paulus, perihal, terdakwa setor 10 Milyard, dimungkinkan, guna menggaet investor maka terdakwa meyakinkan, investor berupa,bahwa PT.DWL diakui milik terdakwa.

Pengakuan terdakwa lain, yaitu, rumah Paulus dikabarkan telah dibeli terdakwa. Padahal, hanya kontraktor.

Masih terkait, dana sejak April 2018 , disampaikan, Paulus, saya cari cari terdakwa karena cek yang diberikan kosong.

Sedangkan, David selaku, administrasi PT. DWL yang ditugasi khusus menangani perjanjian, mengatakan, saya yang membuat draft kontrak antara CV.ATJ dengan PT.DWL

Saat perjanjian, syarat yang harus dipenuhi yakni, alat berat kami di hutan terkait dengan SAM Finance.

” Kita bisa beroperasi asal kita ada pembayaran ke SAM Finance ,” ungkapnya.

Awalnya, ada pembayaran sebesar 1 Milyard ke SAM Finance, dan sisanya 5 cek rencana akan di cairkan namun, 5 cek tidak bisa dicairkan maka saya email, telpon ke terdakwa bahwa cek kosong. Saat itu, terdakwa menjawab masih diusahakan investor.

David tidak memungkiri, bahwa stempel asli PT.DWL dengan stempel yang dibuat terdakwa berbeda.

Atas keterangan kedua saksi, Sang Pengadil memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi.

Dalam tanggapan, terdakwa mengatakan, berkaitan cek ada 7 kali. Selebihnya, terdakwa amini keterangan kedua saksi.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending