Pantai Nglarak Trenggalek, Oleh 2 Kurir Kerap Dijadikan Ajang Transaksi Benur Ilegal.

45

Surabaya-basudewanews.com, Pantai Nglarak Trenggalek, salah satu alternatif pilihan bagi masyarakat guna melepas penat dari aktivitas namun, berbeda bagi Budi Susilo dan Alvinda Sofyan. Perbedaan pemanfaatan sarana tampak tatkala keduanya justru malah menjadikan sarana wisata sebagai ajang transaksi bayi benur secara ilegal (tanpa izin).

Hal tersebut, kian santer hingga membuat Jajaran Polda Airud guna melakukan pemantauan dan penangkapan.

Dipersidangan, Alvinda Sofyan dan Budi Susilo ditetapkan sebagai terdakwa guna menjalani proses hukum pada Senin (8/6/2021) di Pengadilan Negeri Surabaya.

Pada agenda mendengar keterangan saksi,tampak I Gede Willy selaku,Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Perak Surabaya, menghadirkan 2 orang saksi guna menyampaikan keterangan.

Adapun kedua saksi yaitu, Haryanto dan Hermawan selaku, Jajaran Polair Polda Jatim, menyampaikan, bahwa berdasarkan informasi dari masyarakat ia berserta tim Jajaran Polair Polda Jatim, melakukan pengintaian atas kebenaran informasi tersebut.

Di pantai nglarak Trenggalek, Dwi Susanto dan Alvinda Sofyan terpaksa dilakukan penangkapan dan penggeledahan. Dari penggeledahan Alvinda Sofyan yang membawa tas ransel diketemukan bayi benur sebanyak 200 ekor.

Masih menurut saksi, Alvinda Sofyan mengaku bayi benur didapat dari Rasyid salah satu nelayan di Pantai Nglarak Trenggalek dan statusnya kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Hal lain, yang disampaikan saksi yaitu, Setelah penangkapan Alvinda Sofyan selang 30 menit Budi Santoso melintas dan seketika itu, langsung diamankan.Alhasil dari penangkapan Budi Santoso ditemukan 11 kantong plastik yang berisi bayi benur sebanyak 2 Ribu ekor. Menurut pengakuan kedua terdakwa, bayi benur akan disetorkan ke Agus (pengepul)

Usai kedua saksi menyampaikan keterangan yang sama, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap kedua terdakwa guna menanggapi keterangan kedua saksi.

Dalam tanggapan kedua terdakwa mengamini keterangan kedua saksi.

Atas perbuatan kedua terdakwa JPU menjeratnya sebagaimana yang diatur dan diancam dalam pasal 92 Juncto pasal 26 ayat 1 Undang-Undang no 11 tahun 2020 tentang cipta kerja Juncto Undang-undang no 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang no 31 tahun 2004 tentang perikanan Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
MET.