Connect with us

Hukrim

Hacker Kartu Kredit Mata Uang Asing Hasilkan Ratusan Juta, Diamankan Polda Jatim.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, sebuah tindak pidana Cyber makin variatif jenisnya. Terbaru, Unit III Ditreskrimsus Polda Jatim, melakukan penangkapan terhadap empat pelaku dalam perkara Hacker pembobolan kartu kredit. Pengungkapan disampaikan pada jumpa pers di Mapolda Jatim medio Senin (7/6/2021).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, dihadapan para awak media membeberkan, aksi para pelaku yang terdiri dari berinisial HTS asal Bekasi, AD asal Cilacap, serta RH asal Pasuruan dan RS asal Solo saat membobol mata uang kripto dan bitcoin.

Adapun, peran HTS sebagai koordinator untuk menampung semua data, seperti membeli akun Paxful, mengirimkan data kartu kredit, menjual voucher Indodax, dan menerima akun Venmo,” paparnya.

Sedangkan, AD, sebagai eksekutor yang mengolah berbagai data untuk dijadikan voucher dan RH sendiri bagian pengumpul data yang dijadikan produk untuk dikonversikan ke uang digital serta RS berperan sebagai penyedia akun Paxful.

Disela-sela jumpa pers, AKBP.Zulham Effendy selaku, Wadirreskrimsus Polda Jatim, menyampaikan, keempat pelaku Hacker telah menjalankan aksinya selama setahun. Pelaku yang masih berstatus mahasiswa ini saling bekerja sama untuk mendapatkan keuntungan.
“Kurang lebih hasil yang diperoleh 300 Juta. Uangnya dipakai untuk kepentingan pribadi serta salah satu tersangka ada yang memakai uangnya untuk membelikan hadiah pacarnya dan berlibur,” imbuhnya.

Masih menurutnya, data kartu kredit yang dicuri keempat pelaku, yaitu dari kebanyakan milik warga negara asing (WNA). Berdasarkan penangkapan polisi menyita enam buah ponsel berbagai merek, dua laptop dan beberapa akun Facebook.

Atas perbuatannya, ke-empat tersangka dijerat Pasal UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika, Pasal 30 ayat 2 Jo Pasal 46 ayat 2 dan Pasal 32 ayat 2 Jo Pasal 48 ayat 2. Serta Pasal 480 KUHP dan Pasal 55 dan 56 KUHP.          MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending