Fajrul Falah Kuras ATM Pacar Hingga Hanya Tersisa 100 Ribu Diadili.

58

Surabaya-basudewanews.com, Kisah roman Fajrul Falah dengan Adel (kekasihnya), justru malah membuat Fajrul Falah harus duduk di meja hijau sebagai terdakwa.

Fajrul Falah oleh, Hasannudin selaku,Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, didakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 KUHPidana Juncto pasal 84 ayat 2 KUHAP.

Dipersidangan, JPU menghadirkan Adel (korban) guna sampaikan keterangan. Adapun keterangan yang disampaikan yakni,
ia bersama terdakwa merajut asmara.

Dalam hal, kartu ATM diakuinya, ia pernah ngajak terdakwa guna menggesek ATM.
” Dalam counter ATM terdakwa mengetahui nomor PIN saat ia menarik uang. Padahal saat memencet nomor PIN oleh saksi ditutupi namun, saat itu terdakwa sampaikan percuma ditutupi karena masih diketahui oleh terdakwa ,” paparnya.

Selang berjalannya waktu, terdakwa meminjam ATM nya. Lantaran, cinta dengan terdakwa diberikan ATM tersebut terhadap terdakwa.

Setelahnya, terdakwa tidak pernah mengembalikan ATM miliknya, padahal kakaknya,kerap mengirim uang ke ATM.
” Sejak Januari lalu hingga perkara berlanjut ke persidangan terdakwa selalu berkelit tatkala diminta agar ATM dikembalikan,” tuturnya.

Masih menurutnya, ATM berisi uang sebesar 10 Juta ludes hanya tersisa 100 Ribu. Atas peristiwa ini, saksi sudah tidak cinta lagi.
” Dulunya cinta kalau sekarang tidak Yang Mulia ,” bebernya.

Usai saksi memberikan keterangannya, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap terdakwa. Dikesempatan yang diberikan, terdakwa mengamini keterangan saksi.

Selain itu, terdakwa sampaikan, bahwa awalnya terdakwa bermaksud mengembalikan uang korban namun, sayangnya, mediasi keluarga terdakwa saat itu ditolak oleh, Kakak korban.

Menggali niat terdakwa mengembalikan uang, Majelis Hakim melemparkan pertanyaan terhadap Adel ( saksi korban).

Secara ragu-ragu saksi menyatakan, kesediaannya bahwa terdakwa mengembalikan uangnya.

Pernyataan sedia guna uangnya kembali dipertegas oleh, Majelis Hakim bahwa meski terdakwa mengembalikan uang korban tidak menghapus tindak pidananya maka Majelis memberi waktu sepekan guna terdakwa mengembalikan uang korban.

Apabila tidak maka secara fakta terdakwa akan menerima hukuman yang setimpal.
MET.