Connect with us

Hukrim

Fajrul Falah Kuras ATM Pacar Hingga Hanya Tersisa 100 Ribu Diadili.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Kisah roman Fajrul Falah dengan Adel (kekasihnya), justru malah membuat Fajrul Falah harus duduk di meja hijau sebagai terdakwa.

Fajrul Falah oleh, Hasannudin selaku,Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, didakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 KUHPidana Juncto pasal 84 ayat 2 KUHAP.

Dipersidangan, JPU menghadirkan Adel (korban) guna sampaikan keterangan. Adapun keterangan yang disampaikan yakni,
ia bersama terdakwa merajut asmara.

Dalam hal, kartu ATM diakuinya, ia pernah ngajak terdakwa guna menggesek ATM.
” Dalam counter ATM terdakwa mengetahui nomor PIN saat ia menarik uang. Padahal saat memencet nomor PIN oleh saksi ditutupi namun, saat itu terdakwa sampaikan percuma ditutupi karena masih diketahui oleh terdakwa ,” paparnya.

Selang berjalannya waktu, terdakwa meminjam ATM nya. Lantaran, cinta dengan terdakwa diberikan ATM tersebut terhadap terdakwa.

Setelahnya, terdakwa tidak pernah mengembalikan ATM miliknya, padahal kakaknya,kerap mengirim uang ke ATM.
” Sejak Januari lalu hingga perkara berlanjut ke persidangan terdakwa selalu berkelit tatkala diminta agar ATM dikembalikan,” tuturnya.

Masih menurutnya, ATM berisi uang sebesar 10 Juta ludes hanya tersisa 100 Ribu. Atas peristiwa ini, saksi sudah tidak cinta lagi.
” Dulunya cinta kalau sekarang tidak Yang Mulia ,” bebernya.

Usai saksi memberikan keterangannya, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap terdakwa. Dikesempatan yang diberikan, terdakwa mengamini keterangan saksi.

Selain itu, terdakwa sampaikan, bahwa awalnya terdakwa bermaksud mengembalikan uang korban namun, sayangnya, mediasi keluarga terdakwa saat itu ditolak oleh, Kakak korban.

Menggali niat terdakwa mengembalikan uang, Majelis Hakim melemparkan pertanyaan terhadap Adel ( saksi korban).

Secara ragu-ragu saksi menyatakan, kesediaannya bahwa terdakwa mengembalikan uangnya.

Pernyataan sedia guna uangnya kembali dipertegas oleh, Majelis Hakim bahwa meski terdakwa mengembalikan uang korban tidak menghapus tindak pidananya maka Majelis memberi waktu sepekan guna terdakwa mengembalikan uang korban.

Apabila tidak maka secara fakta terdakwa akan menerima hukuman yang setimpal.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending