Proyek BBWS Pusat Tahun 2021 Di Desa Kedung Kumpul Diduga Amburadul.

225

Lamongan-basudewanews.com, Terkait pengerjaan proyek P3 – TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ) dengan rancangan anggaran 195 Juta dari APBN termasuk BBWS Bengawan Solo Pusat, di Desa Kedung Kumpul diduga amburadul.

Dugaan amburadulnya, pekerjaan di Desa Kedung Kumpul Kecamatan Sukorame Kabupaten Lamongan. Melalui data yang berhasil dihimpun, tim basudewanews.com, pekerjaan tersebut, tanpa ada pemasangan papan nama dan pengerjaan Prasasti.

Padahal proyek hingga selesai pengerjaan juga belum ada papan nama. Selain itu, dalam dokumen kontrak ada biaya yang dianggarkan guna pemasangan papan nama maupun Prasasti dalam pengerjaan pinggir jalan poros Desa arah ke Dusun Sambeng.

Hal lain, dalam dokumen kontrak disebutkan, proyek harus ada aliran air dari waduk di bangun TPT (Tembok Penahan Tanah) di sertai DAM kecil.

Pada medio (25/5/2021) salah satu perangkat Desa Kedung Kumpul disinggung terkait, Proyek P3 – TGAI mengatakan , bahwa Tim Pendamping Masyarakat (TPM) yaitu, Sumarlan asal Sumberagung Kecamatan Modo, Purwanto selaku, Bendahara TPM ( Tim Pendamping Masyarakat) Desa Kacangan dan Desa Jatipayak Kecamatan Modo, sedangkan, Bisri ketua Hippa serta Kuncoro selaku, sekretaris.

Diruang yang lain, di Balai Desa Kedung Kumpul Angel Emitasari selaku, Kades selalu tidak ada ditempat kerja. Diduga secara tidak langsung, Angel Emitasari sedang dikontrak guna menyanyi di DPRD Sampang Madura.

Hingga berita ini diunggah, belum ada tindakan resmi dari jajaran penegak hukum guna melakukan tindak lanjut atas dugaan penyelewengan anggaran biaya pekerjaan maupun penyusutan volume pekerjaan.                    SPTN.