Connect with us

Daerah

Proyek BBWS Pusat Tahun 2021 Di Desa Kedung Kumpul Diduga Amburadul.

Published

on

Lamongan-basudewanews.com, Terkait pengerjaan proyek P3 – TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ) dengan rancangan anggaran 195 Juta dari APBN termasuk BBWS Bengawan Solo Pusat, di Desa Kedung Kumpul diduga amburadul.

Dugaan amburadulnya, pekerjaan di Desa Kedung Kumpul Kecamatan Sukorame Kabupaten Lamongan. Melalui data yang berhasil dihimpun, tim basudewanews.com, pekerjaan tersebut, tanpa ada pemasangan papan nama dan pengerjaan Prasasti.

Padahal proyek hingga selesai pengerjaan juga belum ada papan nama. Selain itu, dalam dokumen kontrak ada biaya yang dianggarkan guna pemasangan papan nama maupun Prasasti dalam pengerjaan pinggir jalan poros Desa arah ke Dusun Sambeng.

Hal lain, dalam dokumen kontrak disebutkan, proyek harus ada aliran air dari waduk di bangun TPT (Tembok Penahan Tanah) di sertai DAM kecil.

Pada medio (25/5/2021) salah satu perangkat Desa Kedung Kumpul disinggung terkait, Proyek P3 – TGAI mengatakan , bahwa Tim Pendamping Masyarakat (TPM) yaitu, Sumarlan asal Sumberagung Kecamatan Modo, Purwanto selaku, Bendahara TPM ( Tim Pendamping Masyarakat) Desa Kacangan dan Desa Jatipayak Kecamatan Modo, sedangkan, Bisri ketua Hippa serta Kuncoro selaku, sekretaris.

Diruang yang lain, di Balai Desa Kedung Kumpul Angel Emitasari selaku, Kades selalu tidak ada ditempat kerja. Diduga secara tidak langsung, Angel Emitasari sedang dikontrak guna menyanyi di DPRD Sampang Madura.

Hingga berita ini diunggah, belum ada tindakan resmi dari jajaran penegak hukum guna melakukan tindak lanjut atas dugaan penyelewengan anggaran biaya pekerjaan maupun penyusutan volume pekerjaan.                    SPTN.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending