Connect with us

Hukrim

Meski Dapat Penangguhan Penahanan, Venansius Niek Widodo Eksepsi Dakwaan Jaksa.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Meski Venansius Niek Widodo (terdakwa) di tangguhkan penahanannya atas sangkaan melakukan perbuatan tindak pidana penipuan dengan jeratan pasal 378 atau 372 atau pasal 3 Undang-Undang RI nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang, dalam sidang lanjutan, yang bergulir pada Rabu (2/6/2021), terdakwa melakukan eksepsi dakwaan Jaksa.

Melalui data, yang berhasil dihimpun, inti eksepsi terdakwa atas dakwaan Jaksa yakni, dakwaan Jaksa kabur dan batal demi hukum, dakwaan Jaksa tidak berdasarkan hukum yang berlaku karena menjerat terdakwa dengan pasal 3 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Atas dakwaan Jaksa maka Maulina Nurlaily selaku, Penasehat Hukum terdakwa mengganggap dakwaan Jaksa tidak berdasarkan hukum oleh karenanya sudah patut secara Hukum Suparno selaku, Majelis Hakim untuk menyatakan dakwaan batal demi hukum.

Hal lainnya, disampaikan Penasehat Hukum terdakwa, memohon terhadap Majelis Hakim
untuk memutuskan menerima keseluruhan eksepsi terdakwa, menyatakan dakwaan Jaksa batal demi hukum, menyatakan menghentikan proses hukum perkara pidana yang melibatkan terdakwa dan mengembalikan berkas kepada Jaksa, menyatakan memulihkan nama baik, harkat dan martabat terdakwa.

Usai bacakan eksepsi, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap Darwis selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya guna menanggapi. Dikesempatan tersebut, JPU memohon waktu sepekan kedepan guna menanggapi eksepsi terdakwa.

Secara terpisah, Suparno selaku, Majelis Hakim saat ditemui para awak media, menyampaikan, terkait penangguhan penahanan lantaran, ada penjamin dari Pelapor.
” Dalam surat telah terlampir, ada surat pernyataan bahwa pelapor tidak keberatan atas pengalihan penangguhan penahanan terhadap terdakwa ,” paparnya.

Harapan pelapor, bersedia sebagai penjamin karena pelapor ingin uangnya pelapor kembali. Hingga sidang memasuki agenda eksepsi sejauh ini, Majelis Hakim belum mengetahui, apakah terdakwa sudah mengembalikan uang pelapor.         MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending