Didik Prasetyo Area Manager Bank Danamon, Sangkal Keterangan Branch Manager.

71

Surabaya-basudewanews.com, Pencairan pinjaman Joy Sanjaya Tjwa selaku, pemilik PT. Indo Putra Kencana (IPK) sebesar 20 Milyard di bank Danamon Cabang Jalan. Coklat Surabaya, berbuntut terseret nya Didik Prasetyo selaku, Area Manager sebagai terdakwa.

Keterlibatan terdakwa gegara dianggap turut serta meloloskan pinjaman dengan catatan palsu terhadap dokumen pengajuan kredit data KJPP.

Dalam perkara ini sebelumnya juga melibatkan Alusius Dwipa Subiantoro sebagai terdakwa. Dipersidangan pada medio (10/6/2020) kala itu Didik Prasetyo sebagai saksi menyatakan, tidak mengetahui siapa pejabat yang bertanda tangan.

Kali ini, persidangan yang melibatkan dirinya sebagai terdakwa akankah berani bernyanyi siapa pejabat yang ikut bertanda tangan hingga lolosnya pencairan pinjaman PT.IPK yang bergerak di bidang tetes tebu ?.

Dipersidangan tersebut, Darwis Selaku,Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan 2 orang saksi yakni, Ratna Sari Tedja dan Slamet Murdianto.

Adapun Sari Tedja selaku, Branch Manager Bank Danamon terlebih dulu mengawali keterangannya, berupa, pengajuan kredit Joy Sanjaya Tjwa sebesar 20 Milyard awalnya ditolak namun, akhirnya disetujui.

PT.IPK adalah sebuah badan hukum mengajukan pinjaman prosesnya, nasabah ajukan pinjaman lalu ke Marketing terus ke Charm, lalu ke bagian Analis dan berlanjut ke bagian Apraisal kemudian ke bagian CE dan OL jika diterima cair. Dalam hal ini, PT.IPK ditolak lalu melakukan banding hingga 2 kali.

Saat proses pengajuan secara umum melampirkan rekening koran, NPWP, KTP suami istri. Untuk permohonan kredit acuan kerja BRO dan bagian Marketing harus konfirmasi atau verifikasi karena sebagai pengolah data.

Dari data dituangkan dalam Charm setelah itu ada check list dan kemudian lewat Branch Manager lalu ke terdakwa selaku, Area Manager.

Hal lain, disampaikan saksi, bahwa KJPP rekanan bank Danamon dan Marketing tidak lakukan konfirmasi. Apabila rekanan dan non rekanan harus konfirmasi tertulis jika tidak ada maka melalui by phone (konfirmasi via telepon).

Saksi juga sampaikan, Bro tidak melakukan konfirmasi terhadap Joy Sanjaya Tjwa (nasabah) dan waktu itu saksi melakukan teguran.
” Ia melakukan teguran secara tertulis ,” ucapnya.

Masih menurutnya, sesuai penelitiannya, BRO tidak melakukan teguran namun, BRO tidak membuat karena KJPP adalah rekanan Bank Danamon.
” Ia sebagai atasan BRO melakukan teguran secara lisan dan dijawab akan dibuat namun, tidak dibuat oleh BRO,” bebernya.

Ia menambahkan, pengajuan CHARM permodalan kredit tidak ada pengawasan dari terdakwa (Area Manager).
” Setelah pengajuan ditolak dengan alasan ada tunggakan di bank Bukopin selanjutnya,
diajukan banding hingga dua kali.
” Dalam banding ia tidak ikut Tanda Tangan. secara Standar Operasional (SOP), harus melalui Marketing, AM, BM dan BRO, ” jelasnya.

Setelah dilaporkan peristiwa tersebut,  seingat saksi setelah kredit cair Joy Sanjaya Tjwa lakukan pembayaran sejak April 2018 hingga Juni 2019 setelah itu macet dan saksi sudah tidak di bagian kredit pindah bagian.

Lebih lanjut, saksi mengatakan, Alusius Dwipa Subiantoro (Marketing) dan Didik Prasetyo (Area Manager) pernah melakukan survey di Jalan Kenjeran Surabaya.

Atas keterangan saksi, pada kesempatan yang diberikan oleh, Suparno selaku Majelis Hakim guna terdakwa memberi tanggapan disampaikan terdakwa bahwa ia keberatan atas keterangan Ratna Sari Tedja.

Sedangkan, Slamet Murdianto selaku, Analisis menyampaikan, ia pernah keluarkan rekomendasi penolakan.

Rekomendasi penolakan dengan alasan yaitu,  pertimbangan sering telat bayar , pemakaian kreditnya sudah mencapai 99,9 persen dan kondisi keuangan alami gangguan.

Setelah itu dilakukan banding, Joy Sanjaya Tjwa sertakan saldo dalam rekening atas naman ayahnya. Meski sertakan saldo dalam rekening milik ayah Joy Sanjaya Tjwa, ia tetap tidak mau karena menurut analisanya, masih sama yaitu, alami gangguan keuangan.

Hal lain, ia pernah meminta buku KJPP ke Alusius (Marketing) dandikatakan belum jadi maka saksi tetap menolak kredit tersebut.
” Buku KJPP wajib sebelum pengikatan dan saksi tidak ketahui banding kedua. Setahu saksi setelah penolakan dari saksi malah pengajuan pinjaman Joy Sanjaya Tjwa disetujui,” ucapnya.                    MET.