Connect with us

Hukrim

Bos Property Surabaya, Dijerat Pasal 378, 372 Gegara Jual Smart Kost Fiktif.

Published

on

Surabaya-basufewanews.com, Direktur PT. Indo Tata Graha berinisial DH digelandang ke Polrestabes Surabaya, lantaran diduga melakukan tindak pidana tipu gelap berupa, menjual property Smart Kost fiktif di kawasan Mulyosari Surabaya.

AKP Ambuka Yudha Hadi selaku, Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, mengungkapkan, DH menjual unit property hingga diseret Jajaran Reskrim Polrestabes Surabaya, karena sama sekali belum ada Smart Kost yang terbangun.

Sedangkan, tersangka melakukan penawaran penjualan unit menggunakan fasilitas Medsos juga menyebar selembaran brosur di jalanan.
“Untuk tersangka saat ini hanya DH yang tak lain, merupakan pengusaha properti, seperti menjual kos-kosan di wilayah strategis kawasan kampus-kampus namun, fisik bangunan belum dibangun (fiktif),” terangnya dihadapan para awak media pada Rabu (2/6/2021).

Masih menurutnya, pengungkapan tersangka DH  hasil dari laporan korban yang sudah membayar Smart Kost tapi  sampai saat ini belum terbangun.

Atas laporan korban maka dilakukan penyelidikan ke lokasi, PT Indo Tata Graha. Alhasil, memang tersangka belum menyelesaikan pembelian tanah dari pemilik tanah secara otomatis tanah belum sah menjadi milik PT Indo Tata Graha.

Atas ulah tersangka, mengakibatkan para korban mengalami kerugian hingga 11 Milyard. Melalui pengakuan tersangka, uang pembayaran digunakan untuk pembebasan tanah yang akan dibangun.
“Uang itu untuk pembebasan tanah , namun dari keterangan saksi-saksi ternyata belum ada pembebasan tanah ,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, jumlah korban tipu rayu tersangka DH ada sekitar 11 orang dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi. Pihaknya masih akan melakukan pendalaman.
“Sebelumnya memang ia bangun perumahan akan tetapi ketika dia menawarkan Smart Kost area Mulyosari ini tidak sesuai dengan yang ia janjikan dan diharapkan korban,” tuturnya.

Diruang yang lain, tersangka mengatakan, bahwa uang sebesar 11 Milyard tersebut, ia gunakan untuk pembebasan tanah dan sisanya untuk pengurukan, operasional proyek membayar karyawan hingga perizinan.
“Kami dalam posisi ini sebenarnya juga korban karena tanah yang kami beli dengan skema bayar termin itu ternyata bermasalah sampai akhirnya pembuatan sertifikat terkendala, akhirnya pemilik (tanah) kemudian menggugat,” dalih tersangka.

Ia menambahkan, target penyelesaian Smart Kost selesai selama dua tahun akan tetapi di  tahun pertama mengalami masalah. Sehingga tidak bisa dibangun karena belum ada perizinan.

Atas perbuatannya,Pihak Polrestabes Surabaya, menjerat tersangka sebagaimana yang diatur dalam Pasal 372 dan 378 KUHP yakni, tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman kurungan pidana selama 4 tahun penjara.                 TIM.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending