Connect with us

Hukrim

Satu Perkara Baru Kembali Menanti Venansius Niek Widodo Guna Jalani Proses Hukum.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Perkara atas dugaan tindak pidana penipuan sudah yang ke-tiga kalinya menjerat Venansius Niek Widodo sebagai terdakwa.

Ketiga perkara yang sama meski menjerat  Venansius Niek Widodo tampak selalu mendapatkan penangguhan penahanan. Kini , satu perkara yang sama sudah menanti terdakwa guna kembali jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, akankah perkara baru dengan jeratan pasal yang sama juga akan memberikan penangguhan penahanan terhadap terdakwa ?.

Melalui, data yang dihimpun, tanggal register, pada medio (12/12/2018) dengan nomor perkara 3546/Pid.B/2018/PN Sby, Venansius Niek Widodo disangkakan melakukan tindak pidana penipuan. Dalam status perkara tampak pihak Kejaksaan Negeri Surabaya, melakukan pencabutan perkara kasasi.

Melalui tanggal register, Pada medio (9/11/2021) dengan nomor perkara 2482/Pid.B/2021/PN Sby, Venansius Niek Widodo kembali terjerat perkara yang sama yakni, melakukan tindak pidana penipuan. Dalam status perkara tampak Pihak Kejaksaan Negeri Surabaya, hingga kini, masih menunggu pemberitahuan Putusan Banding.

Melalui tanggal register, Pada medio (11/1/2021) dengan nomor perkara 20/Pid.B/2021/PN Sby, lagi-lagi nama Venansius Niek Widodo tersangkut dalam dakwaan pihak Kejaksaan Perak Surabaya, atas dugaan keterlibatannya melakukan tindak pidana penipuan. Dalam perkara ini, Venansius masih menjalani proses hukum guna diadili.

Dari ketiga perkara yang sama jeratan pasal 378 atau tindak pidana penipuan diketahui, Majelis Hakim kerap memberi penangguhan penahanan alias tidak ditahan meski Venansius Niek Widodo disangkakan sebagimana dalam dakwaan JPU.

Hingga berita ini diunggah, terdakwa masih belum tuntas jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, kini telah muncul perkara baru dengan jeratan pasal 378 atau tindak pidana penipuan yang menanti guna kembali diadili.

Adapun, perkara baru yang dimaksud, yaitu, melalui tanggal register, Pada medio (21/4/2021) dengan nomor perkara 832/Pid.B/2021/PN Sby, dihadapkan perkara baru yang sudah menanti guna Venansius Niek Widodo jalani proses hukum.

Bisa dibayangkan, Venansius Niek Widodo meski terjerat beberapa kali perkara terkesan tampak sakti. Diduga terdakwa memiliki mantra sakti mandraguna yaitu, ” Bim-Salabim Abra-Kadabra ” terbukti dari pengamatan basudewanews.com, tidak dilakukan penahanan alias mendapat penangguhan penahanan dari Sang Majelis Hakim.        MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Jalankan PT.Dewata Wanatama Lestari Andri Yanto Malah Tipu PT.Idub Sufi Wahyu Abadi Sebesar 5 Milyard

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang atas perkara sangkaan penipuan kayu yang melibatkan Andri Yanto sebagai terdakwa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (8/12/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Rista Erna dan Sabetania R.Paembonan, menghadirkan, 2 saksi guna dimintai keterangan.

Adapun, kedua saksi yakni, Paulus selaku, owner PT.Dewata Wanatama Lestari dan PT.Dewata Wahana Lestari serta David selaku, administrasi kedua PT.DWL tersebut.

Paulus dalam keterangan, mengatakan, PT.DWL yang memiliki izin, alat berat serta fasilitas. Sedangkan, terdakwa mewakili CV.Abadi Timber Jaya (ATJ).

Dalam perkara ini, terdakwa dari CV.ATJ, ada kerjasama dengan PT.DWL sejak (18/8/2017). Diperjanjian kerjasama tersebut, terdakwa datang bersama teman temannya, yakni, Tommy, A Tiong, Miftahul Huda, Candra dan Kharim.

Lebih lanjut, saksi sampaikan, inti dari perjanjian kerjasama CV.ATJ dengan PT.DWL yaitu, CV.ATJ hanya melakukan operasional dan penebangan hutan.

Paulus, memaparkan, pembagian Deviden waktu itu, CV.ATJ memberikan fee ke perusahaan saya (PT. DWL) sebesar 400 Ribu dengan estimasi harga kayu perkubik 1 Juta.

Setahu Paulus, CV.ATJ yang bekerjasama dengan PT.DWL pelaksanaannya tidak performa.

Sisi lainnya, terdakwa yang mencatut nama PT.DWL karena menjalankan operasional 100 persen, ada jual beli kayu dengan PT.Idub Sufi Wahyu Abadi (ISWA). Hal demikian, saya ketahui ada somasi yang didalam somasi berisi nama terdakwa.

Atas somasi tersebut, saya melayangkan jawaban melalui, Penasehat Hukum karena saya tidak kenal korban PT.ISWA.

Paulus juga membeberkan, sebelum menjalankan operasional PT.DWL terdakwa kami minta kesanggupan modal yang cukup.

” Alat berat kami dalam penguasaan Leasing. Terdakwa bisa menjalankan, operasional PT.DWL lantaran, setor 10 Milyard untuk bayar ke leasing ,” tuturnya.

Masih menurut Paulus, perihal, terdakwa setor 10 Milyard, dimungkinkan, guna menggaet investor maka terdakwa meyakinkan, investor berupa,bahwa PT.DWL diakui milik terdakwa.

Pengakuan terdakwa lain, yaitu, rumah Paulus dikabarkan telah dibeli terdakwa. Padahal, hanya kontraktor.

Masih terkait, dana sejak April 2018 , disampaikan, Paulus, saya cari cari terdakwa karena cek yang diberikan kosong.

Sedangkan, David selaku, administrasi PT. DWL yang ditugasi khusus menangani perjanjian, mengatakan, saya yang membuat draft kontrak antara CV.ATJ dengan PT.DWL

Saat perjanjian, syarat yang harus dipenuhi yakni, alat berat kami di hutan terkait dengan SAM Finance.

” Kita bisa beroperasi asal kita ada pembayaran ke SAM Finance ,” ungkapnya.

Awalnya, ada pembayaran sebesar 1 Milyard ke SAM Finance, dan sisanya 5 cek rencana akan di cairkan namun, 5 cek tidak bisa dicairkan maka saya email, telpon ke terdakwa bahwa cek kosong. Saat itu, terdakwa menjawab masih diusahakan investor.

David tidak memungkiri, bahwa stempel asli PT.DWL dengan stempel yang dibuat terdakwa berbeda.

Atas keterangan kedua saksi, Sang Pengadil memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi.

Dalam tanggapan, terdakwa mengatakan, berkaitan cek ada 7 kali. Selebihnya, terdakwa amini keterangan kedua saksi.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending