Kembali Tidak Dilakukan Penahanan, Venansius Niek Widodo Ke-Empat Kalinya, Tersangkut Perkara 378.

157

Surabaya-basudewanews.com, Venansius Niek Widodo kembali tersangkut perkara yang sama yakni, sebagaimana dalam dakwaan Wiwid selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, disangkakan telah melakukan perbuatan tindak pidana penipuan dengan jeratan pasal 378 atau 372 KUHPidana.

Meski Venansius Niek Widodo untuk yang ke-empat kalinya, kembali tersangkut perkara yang sama namun, terdakwa mendapat penangguhan penahanan.

Adapun, inti dakwaan JPU, Venansius dilaporkan oleh, tiga orang yang menjadi korban yakni, Rudy Effendy Oei, Cecelia Tanaya dan PT.Aditya Guna Persada melalui Steven Jaquar. Diduga atas perilaku terdakwa para korban menderita kerugian puluhan hingga ratusan Milyard.

Ikhwal perkara yang menyeret terdakwa harus duduk di kursi pesakitan, yaitu, sekira pada medio Februari tahun 2017 di Coffe Bean Ciputra Word Surabaya, saksi Hermanto Oerip memperkenalkan terdakwa kepada saksi Rudy Effendy Oei dan saksi Cecelia Tanaya. Saat itu terdakwa menyebut, nama perseroannya adalah CV. Bintang Aimi Jaya.

Di pulau Kabena Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, terdakwa seolah-olah memiliki KSO dengan PT. Almhariq untuk pengolahan lahan nikel seluas 5000 Ha yang dapat menghasilkan 25 tongkang/bulan.

Selain itu, terdakwa juga mengaku, seolah-olah melakukan trading pembelian Nikel di Pulau Pomalaa dengan muatan lebih dari 50 tongkang per-bulan.

Lebih lanjut, terdakwa sampaikan Nikel tersebut, per Ton-nya dibeli seharga 305 Ribu. Jika dikali 1 tongkang (7.500 ton) senilai 2,3 Milyard.

Terdakwa meyakinkan, Nikel akan terjual seharga 3,112 Milyard tiap tongkang-nya sehingga, ada profit lebih dari 700 Juta.

Untuk meyakinkan para saksi, terdakwa menjanjikan akan memberikan keuntungan 10% per 2 bulan dan sebagai jaminan diberikan BG setara besarnya investasi dan cek tunai sebesar 10% dari nilai investasi yang jatuh tempo per 2 (dua) bulan sejak investasi disetorkan.

Kemudian, pada pertengahan medio Februari 2017, terdakwa mengajak para korbannya, melakukan pengecekan ke pulau Kabaena Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Dan pada medio Maret 2017 para saksi melakukan pengecekan tambang di Pulau Kabaena, saat itu terdakwa kembali menjanjikan keuntungan sebagaimana disebut diatas.

Bahwa atas peristiwa yang dialami Rudy Effendy Oei mengakibatkan kerugian sebesar kurang lebih 78 Milyard. Sedangkan,Cecilia Tanaya mengalami kerugian sebesar kurang lebih 124 Milyard serta PT. Aditya Guna Persada melalui, Steven Jaquar Tandjojo merugi sebesar kurang lebih 26 Milyard.

Atas perbuatan terdakwa JPU menjerat sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 dan 372 KUHPidana.

Secara terpisah, Darwis juga selaku, JPU pengganti saat dikonfirmasi terkait perkara ini mengatakan, jika persidangan terdakwa Venansius telah masuk pada agenda pembacaan eksepsi dari penasihat hukum terdakwa.
“Iya benar ! nanti pada Rabu (2/6/2021) sidang bergulir dengan agenda pembacaan eksepsi ,” pungkasnya.

Sementara itu, Suparno, selaku, Majelis Hakim dalam perkara ini, saat dikonfirmasi terkait status penahanan kota terhadap terdakwa mengatakan, Pengadilan Negeri Surabaya, yang menetapkannya.
” Pengalihan tahanan kota mas,” cetusnya. MET.