Connect with us

Hukrim

4 Pria Asal Puger Jember Diadili Karena Lobster, 1 Rekannya, DPO.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, M.Ansori, Fiky Ferdianto, Rama Wijaya Kusuma dan Candra Tirtha Wibisono terpaksa diadili guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ke-empat pria asal Puger Jember tersebut, disangkakan telah melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 92 Juncto pasal 26 ayat 1 Undang-Undang no 11 tahun 2020 tentang cipta kerja Juncto Undang-undang no 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang no 31 tahun 2004 tentang perikanan Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dipersidangan, tampak I Gede Willy selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Perak Surabaya, menghadirkan 3 orang saksi yang melakukan penangkapan terhadap para terdakwa.

Adapun, keterangan 3 saksi sampaikan keterangan yang sama yakni, di Puger kulon Jember, ke-tiga saksi dari Jajaran Kepolisian menangkap para terdakwa. Penangkapan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa Rama dan Vicky (terdakwa) serahkan lobster ke Candra dan Ansori di rumahnya Jember.

Alhasil dari penangkapan, ditemukan 17 kantong sejumlah ribuan lobster berbagai jenis yang kini diamankan lantaran, para terdakwa tidak memiliki izin.

Menurut keterangan Rudi salah satu dari ke-tiga saksi, sampaikan, ia bersama tim lakukan penangkapan di Puger Jember. Dikediaman Ansori (terdakwa) Jajarannya melakukan penggeledahan dan ditemukan lobster dalam 17 kantong plastik berisi 3100 lobster.

Lebih lanjut, saksi mengatakan, Vicky berperan ambil benih lobster dari pengepul di serahkan ke rumah Ansori. Transaksi yang dilakukan para terdakwa diindikasikan tidak memiliki izin.

Diujung persidangan, Tumpal Sagala selaku, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap para terdakwa guna menanggapi keterangan para saksi. Dikesempatan yang diberikan Majelis Hakim para terdakwa mengamini keterangan para saksi.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending