Connect with us

Hukrim

Diluar Sidang ! Korban Dalam Perkara Lain, Tuntut Notaris Olivia Sherline Wiratno Kembalikan Uangnya.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, atas keterlibatan Notaris Olivia Sherline Wiratno pada perkara jual beli tanah dengan sertifikat palsu juga melibatkan Lukman Dalton (Divonis 18 bulan).

Melalui transaksi Lukman Dalton menggunakan jasa Notaris Olivia Sherline Wiratno yang berdampak merugikan Hendra Thiemailattu belasan Milyard.

Sidang lanjutan, bagi Notaris Olivia Sherline Wiratno sebagai terdakwa beragendakan saksi meringankan. Penasehat Hukum terdakwa sengaja menghadirkan Hatta Isnaeni sebagai ahli keperdataan.

Dalam persidangan, Listyowati salah satu korban (dalam perkara lain) turut mengikuti jalannya persidangan yang tidak disadari oleh, beberapa awak media melakukan liputan.

Usai persidangan, diluar ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, korban (dalam perkara lain) sempat meneriaki terdakwa saat di gelandang keluar ruang sidang guna kembali ke ruang tahanan.

Korban beserta sang suami, secara spontan meneriaki terdakwa guna meminta pertanggungjawaban atas perilaku Notaris Olivia Sherline Wiratno.
” Kembalikan uang ku, gimana kembalikan uang ku ,” cercah korban terhadap terdakwa.

Sayangnya, Notaris Olivia Sherline Wiratno hanya diam sembari digelandang petugas guna dikembalikan ke ruang tahanan.

Diruang yang lain, Listyowati saat ditemui, basudewanews.com, mengatakan, ia menjadi korban atas perilaku Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Ikhwal kejadian yang membuatnya merugi 2,1 Milyard lantaran, ia ditawari oleh, Sundari yang kini statusnya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) guna membeli sebidang tanah. Padahal tanah yang berlokasi di Jalan Kenjeran no.254 yang ditawarkan Sundari adalah aset Pemkot Surabaya.

Pada medio Juli tahun 2014, ia membeli tanah tersebut, seharga 2,1 Milyard dari Sundari. Saat itu, Sundari menunjuk Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Dihadapan Notaris, Olivia Sherline Wiratno mengatakan guna meyakinkan korban bahwa tanah tersebut, tidak bermasalah seandainya ada masalah
Notaris yang bertanggung jawab semua ,” ucapnya.

Selang berikutnya, meski pembayaran telah lunas namun, surat sertifikat belum selesai maka Listyowati menanyakan ke Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Sayangnya, jawaban Notaris Olivia Sherline Wiratno belum selesainya sertifikat karena belum ada biaya sebesar 500 Juta jika ada dana sertifikat akan selesai dalam kurun 3 bulan. Tanpa pikir panjang, korban pun, mentransfer uang sebesar 500 juta tetapi setelah 3 bulan yang dijanjikan Notaris sertifikat juga tak kunjung selesai.

Akhirnya, Notaris membuat perjanjian baru dengan harga pembelian 2,250 Milyard yang disertai Bukti bukti pembayaran.

Ternyata, pada medio 2016 obyek yang telah dibeli korban yaitu, Jalan.Kenjeran 254 Surabaya,malah terpasang plakat yang bertuliskan tanah ini adalah milik aset Pemkot Surabaya.

Lebih lanjut, korban sampaikan, uang pembayaran dengan obyek Jalan Kenjeran no 254 Surabaya, oleh, Sundari dibelikan obyek yang baru di area Jalan.Ploso Timur 10 A no. 49 Surabaya seharga 800 Juta dengan uang korban.

Mengetahui hal tersebut, korban merasa di tipu mentah-mentah dan mengetahui bahwa uang pembayaran obyek Jalan Kenjeran 254 Surabaya, oleh, Sundari dibelikan obyek yang baru di Ploso Timur 10 A no 49 Surabaya, dan Listyowati (korban) bermaksud meminta ganti obyek tersebut terhadap Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Hingga berita ini diunggah, korban masih kebingungan untuk mengambil upaya hukum guna meminta pertanggungjawaban terhadap Notaris Olivia Sherline Wiratno juga Sundari (DPO) yang keberadaanya tidak diketahui korban secara pasti.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending