Diluar Sidang ! Korban Dalam Perkara Lain, Tuntut Notaris Olivia Sherline Wiratno Kembalikan Uangnya.

173

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, atas keterlibatan Notaris Olivia Sherline Wiratno pada perkara jual beli tanah dengan sertifikat palsu juga melibatkan Lukman Dalton (Divonis 18 bulan).

Melalui transaksi Lukman Dalton menggunakan jasa Notaris Olivia Sherline Wiratno yang berdampak merugikan Hendra Thiemailattu belasan Milyard.

Sidang lanjutan, bagi Notaris Olivia Sherline Wiratno sebagai terdakwa beragendakan saksi meringankan. Penasehat Hukum terdakwa sengaja menghadirkan Hatta Isnaeni sebagai ahli keperdataan.

Dalam persidangan, Listyowati salah satu korban (dalam perkara lain) turut mengikuti jalannya persidangan yang tidak disadari oleh, beberapa awak media melakukan liputan.

Usai persidangan, diluar ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, korban (dalam perkara lain) sempat meneriaki terdakwa saat di gelandang keluar ruang sidang guna kembali ke ruang tahanan.

Korban beserta sang suami, secara spontan meneriaki terdakwa guna meminta pertanggungjawaban atas perilaku Notaris Olivia Sherline Wiratno.
” Kembalikan uang ku, gimana kembalikan uang ku ,” cercah korban terhadap terdakwa.

Sayangnya, Notaris Olivia Sherline Wiratno hanya diam sembari digelandang petugas guna dikembalikan ke ruang tahanan.

Diruang yang lain, Listyowati saat ditemui, basudewanews.com, mengatakan, ia menjadi korban atas perilaku Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Ikhwal kejadian yang membuatnya merugi 2,1 Milyard lantaran, ia ditawari oleh, Sundari yang kini statusnya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) guna membeli sebidang tanah. Padahal tanah yang berlokasi di Jalan Kenjeran no.254 yang ditawarkan Sundari adalah aset Pemkot Surabaya.

Pada medio Juli tahun 2014, ia membeli tanah tersebut, seharga 2,1 Milyard dari Sundari. Saat itu, Sundari menunjuk Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Dihadapan Notaris, Olivia Sherline Wiratno mengatakan guna meyakinkan korban bahwa tanah tersebut, tidak bermasalah seandainya ada masalah
Notaris yang bertanggung jawab semua ,” ucapnya.

Selang berikutnya, meski pembayaran telah lunas namun, surat sertifikat belum selesai maka Listyowati menanyakan ke Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Sayangnya, jawaban Notaris Olivia Sherline Wiratno belum selesainya sertifikat karena belum ada biaya sebesar 500 Juta jika ada dana sertifikat akan selesai dalam kurun 3 bulan. Tanpa pikir panjang, korban pun, mentransfer uang sebesar 500 juta tetapi setelah 3 bulan yang dijanjikan Notaris sertifikat juga tak kunjung selesai.

Akhirnya, Notaris membuat perjanjian baru dengan harga pembelian 2,250 Milyard yang disertai Bukti bukti pembayaran.

Ternyata, pada medio 2016 obyek yang telah dibeli korban yaitu, Jalan.Kenjeran 254 Surabaya,malah terpasang plakat yang bertuliskan tanah ini adalah milik aset Pemkot Surabaya.

Lebih lanjut, korban sampaikan, uang pembayaran dengan obyek Jalan Kenjeran no 254 Surabaya, oleh, Sundari dibelikan obyek yang baru di area Jalan.Ploso Timur 10 A no. 49 Surabaya seharga 800 Juta dengan uang korban.

Mengetahui hal tersebut, korban merasa di tipu mentah-mentah dan mengetahui bahwa uang pembayaran obyek Jalan Kenjeran 254 Surabaya, oleh, Sundari dibelikan obyek yang baru di Ploso Timur 10 A no 49 Surabaya, dan Listyowati (korban) bermaksud meminta ganti obyek tersebut terhadap Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Hingga berita ini diunggah, korban masih kebingungan untuk mengambil upaya hukum guna meminta pertanggungjawaban terhadap Notaris Olivia Sherline Wiratno juga Sundari (DPO) yang keberadaanya tidak diketahui korban secara pasti.    MET.