Connect with us

Hukrim

Abdusssamad Jaksa Imitasi, Pada Sidang Katakan, Tidak Ancam Menutup Harris Hotel Surabaya.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, agenda pemeriksaan terdakwa yang bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya,pada Senin (24/5/2021) tampak Adi F selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, mencerca beberapa pertanyaan dan terdakwa menyangkal atas sangkaan bahwa dengan tongkat komando Kejari Surabaya, akan bahaya jika dikeluarkan oleh, Abdusssamad sebagai terdakwa serta akan menutup operasional Harris Hotel Surabaya.

Sebagaimana diketahui, pada sidang sebelumnya, salah satu staff Harris Hotel dalam keterangannya, mengatakan, pada medio 2020, ia melakukan tagihan terhadap terdakwa.
” saat ditagih terdakwa ngaku sebagai Kejari hanya menjawab, ya nanti ! ,tagihan akan
dibayarkan oleh negara ,” ucapnya.

Hal lainnya, disampaikan saksi, sehari hari saat ditagih, terdakwa akan keluarkan tongkat dan baju aparat akan bahaya sembari mengancam akan menutup hotel namun, keterangan tersebut, di atas oleh terdakwa disangkal.

Sayangnya, dipersidangan JPU tidak menggali seberapa besar kerugian Harris Hotel Surabaya, atas perbuatan Jaksa imitasi.

Sedangkan, kerugian Dany dan Dandy yang dijanjikan terdakwa bisa masuk sebagai PNS di Kejaksaan dan di Kemenkumham disoal oleh JPU.

Di persidangan terdakwa mengaku, sudah menerima uang sebesar 270 Juta sebagai pelicin guna mempermudah bisa masuk PNS di Kejaksaan.

Sedangkan, kerugian Dandy sebesar 500 Juta oleh, terdakwa diakui tidak segitu menurut estimasinya sekira 400 Juta.
” Terdakwa ngaku terima uang dari Dandy sebesar 400 juta.Uang digunakan sebagai keperluan sehari-hari ,” tutur Jaksa imitasi.

Atas jasa terdakwa hanya buaian kosong dan kedua korban Dany juga Dandy hingga kini, tidak bisa masuk PNS bahkan malah merugi ratusan Juta.

Lebih lanjut, pengakuan terdakwa, ia pernah menginap hotel di Jakarta selama seminggu. Untuk di Surabaya 5-6 bulan terdakwa berpindah-pindah mulai dari hotel Golden Tulip hingga Harris Hotel Surabaya.

Terkait, Barang Bukti (BB) yang diamankan saat penangkapan diurai oleh terdakwa berupa, awalnya ia pernah menjadi honorer di Kejaksaan Kalimantan maka ia terobsesi ingin menjadi Jaksa.

Meski obsesi tidak terwujud munculah kecerdikan Abdusssamad sebagai Jaksa Imitasi. Upaya yang dilakukan dengan membeli seragam Jaksa beserta atributnya.
” ia ingin prestise maka dibeli lah seragam Jaksa di area Kolombo Surabaya. Sedangkan, kartu Persatuan Jaksa Seluruh Indonesia sengaja dipesan dan dicetaknya sendiri ,” bebernya.

Menyinggung Kartu Tanda Penduduk (KTP) Surabaya,bahwa status terdakwa adalah PNS bahwa sejak ia sebagai honorer di Kalimantan.

Semenjak perpindahan ke Surabaya, dan mengurus KTP di Surabaya, ia tidak mengaku sebagai PNS namun, berdasarkan KTP yang lama saat masih sebagai honorer di Kejaksaan Kalimantan.

Diujung persidangan, terdakwa mengaku bersalah atas perbuatannya.         MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending