Kembali Jadi Terlapor Kasus Tipu Gelap, Status Tahanan Kota Dirut PT Daha Tama Adikarya Layak Dipertimbangkan.

93

Surabaya-basudewanews.com, Belum tuntas menjalani proses hukum atas sangkaan tindak pidana penipuan atau penggelapan di Pengadilan Negeri Surabaya, kini Dirut PT. Daha Tama Adikarya, Imam Santoso dikabarkan kembali dilaporkan ke polisi atas kasus yang sama.

Melalui data yang dihimpun, saat ini ada dua kasus tipu gelap yang dilaporkan oleh orang yang berbeda. Pertama, dilaporkan oleh Mudji Burahman, dengan tanda bukti lapor nomor LPB/1656/XII/2018/UM/POLDA JATIM, Tanggal 21 Desember 2018. Kedua, dilaporkan oleh Devi Ratnasari, dengan tanda bukti lapor LP/B_687/VII/2020/SPKT, tanggal 22 Juli 2020.

Dalam laporan tersebut, pelapor Mudji Burahman dirugikan sebesar 380 Juta. Sedangkan, Devi Ratnasari dirugikan sebesar 589 Juta lebih, penyelidikan kedua laporan tersebut telah dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya, oleh, Polda Jatim.

Sutriono selaku, Penasehat Hukum, Imam Santoso mengaku, tidak mengetahui adanya dua laporan tersebut. Pasalnya, dia hanya melakukan pendampingan hukum atas kasus tipu gelap yang dilaporkan oleh Willyanto Wijaya, yang saat ini masih dalam proses persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi.
“Saya tidak tahu, karena saya memang hanya mendampingi untuk kasus ini,” ujarnya saat dikonfimasi usai sidang pembacaan putusan sela, Senin (17/5) lalu.

Senada juga disampaikan Kasi Pidum Kejari Tanjung Perak Eko Budi Susanto,
” Nanti akan kami cek, apakah ada SPDP nya atau tidak. Kalau ditempat kami tidak ada coba bisa di cek di Kejari Surabaya,” kata saat dikonfirmasi, Minggu (23/5/2021).

Saat ditanya apakah kedua laporan pidana akan berdampak pada pengalihan status tahanan kota terdakwa?.

Lebih lanjut, Eko menanggapi berupa, dapat dijadikan rekomendasi untuk mencabut status tahanan kotanya.
“Karena salah satu alasan dilakukan penahanan adalah dikhawatirkan akan mengulangi perbuatannya. Sehingga bisa saja adanya laporan perkara lain dapat dijadikan rekomendasi Majelis Hakim untuk mencabut penetapan pengalihan tahanan kotanya,” tandasnya.

Diketahui, status tahanan kota terdakwa Imam Santoso dikabulkan oleh, Majelis Hakim pemeriksa perkara yang diketuai oleh, I Ketua Tirta, pada Rabu (5/5/2021) lalu, dengan adanya permohonan dari terdakwa.

Dalam permohonannya itu, terdakwa Imam Santoso berjanji tidak akan melarikan diri, tidak akan mengulangi perbuatan yang sama, serta beralasan memiliki riwayat sakit hepatitis dan hipertensi, serta adanya penjamin dari anak dan saudara (kakak) terdakwa.

Imam Santoso diadili atas kasus penipuan dan penggelapan uang jual beli kayu yang dilaporkan oleh Willyanto Wijaya.

Dalam kasus ini, Willyanto Wijaya selaku korban dirugikan sebesar 3,6 Milyard lebih akibat sisa pesanan kayu yang dipesan oleh terdakwa tak kunjung dikirim sejak tahun 2017 lalu.

Menukil dakwaan JPU, uang yang telah dibayarkan ke terdakwa tidak dikembalikan ke Willyanto Wijaya melainkan dipergunakan untuk kepentingan PT Randoetatah Cemerlang, yang tidak ada kaitannya dengan saksi korban. MET.