Camilia Sofyan Ali Bos UD.Pawon Sejahtera, Kembali Tersangkut Kasus Pengadaan Gula.

167

Surabaya-basudewanews.com, Bos UD. Pawon Sejahtera yakni, Camilia Sofyan Ali kembali diseret kemeja hijau atas sangkaan melakukan perbuatan tindak pidana penipuan dengan modus pengadaan gula dengan jumlah banyak.

Dipersidangan, tampak Suwarti selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan 2 orang saksi guna dimintai keterangan.

Dian Firman selaku, Kepala Cabang PT.KBBN Surabaya, dalam keterangannya, menyampaikan, bahwa pihaknya melayani ekspor-impor komoditi seperti, kopi, teh, coklat. Sedangkan, khusus gula pemesanan langsung dari Jakarta, pihaknya selaku, cabang hanya membantu pusat meneruskan pengiriman saja.

Masih menurutnya, terkait, nama UD.Pawon Sejahtera maupun Camilia Sofyan Ali sebagai terdakwa dipaparkan saksi tidak pernah mengenalnya.
” UD.Pawon Sejahtera maupun Camilia, pihak PT.KBBN tidak pernah mengenal apalagi sebagai pemenang lelang ,” tuturnya.

Alih-alih pakai istilah pinjam nama dan sebagainya, dihadapan Majelis Hakim saksi memastikan pihaknya tidak ada pinjam nama.
” Pinjam nama guna pengambilan gula pihaknya, memastikan tidak ada. Secara Standar Operasional (SOP), pemenang lelang saat pengambilan barang harus si pemenang lelang tidak bisa diwakilkan ,” ucapnya.

Sedangkan, terdakwa berdalih, memang bukan pemenang lelang namun, ia membeli gula kepada pemenang lelang dan yang keluarkan PTPN bukan PT.KBBN.
” Terdakwa melakukan pembelian ke PT. Fajar Mulya Transindo dan PT.Mitra Gemini ,” alibi terdakwa.

Menanggapi keterangan terdakwa, saksi menjelaskan, tidak pernah terjadi seperti yang disampaikan terdakwa.
” Dalam kasus penyerahan DO, ia keukeuh meyakinkan tidak pernah ada terjadi seperti yang dimaksud terdakwa ,” timpal saksi.

Sesi selanjutnya, Subchan dalam keterangannya, mengatakan, bahwa ia dapat masukan gula dalam jumlah banyak karena kenal dan sudah biasa mengambil gula.

Masih menurutnya, ia tidak pernah membeli ke pemenang lelang.
” Pembelian gula dalam jumlah banyak, saksi membeli di agen besar namun, mampu melayani 17 ton karena  penyediaan gula tidak sekaligus tapi secara bertahap ,” ucapnya.

Dalam perkara penyediaan gula, Bos UD.Pawon Sejahtera yaitu, Camilla Sofyan Ali harus jalani proses hukum untuk yang kedua kalinya.

Untuk diketahui, Camilia Sofyan Ali terjerat pada kasus yang sama namun, kali ini memakan Sutrimo sebagai korban.

Dari data yang berhasil dihimpun, melalui JPU, Sutrimo terpaksa menyeret Camilia Sofyan Ali ke meja hijau lantaran, merasa dirugikan oleh Camilia Sofyan Ali sebesar 58 Milyard.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa dijerat sebagaimana dalam pasal 372 dan 378 KUHPidana.                                  MET.