Terjerat 3 Kasus Yang Sama, Venansius Niek Widodo Tidak Ditahan. 3 Keterangan Saksi Yang Dibacakan JPU Sebut, Proyek Tambang Nikel Fiktif.

98

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan atas perkara tindak pidana penipuan yang melibatkan Venansius Niek Widodo sebagai terdakwa kembali jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya pada Kamis (20/5/2021).

Sebagaimana dalam data SIPPN Surabaya, terdakwa terjerat perkara yang sama untuk yang ketiga kalinya. Bisa dibayangkan, berulang kali terjerat tindak pidana yang sama terdakwa layak disematkan dengan sebuah kalimat residivis.

Dipersidangan, Yusuf Akbar selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya, tampak membacakan keterangan ke tiga saksi.

Adapun ke-tiga saksi yang dibacakan JPU yaitu, Ishak selaku, Direktur PT.Rockstone Mining Indonesia (RMI), Nining Rahmatia sebagai pegawai Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara dan Haesyid Harun, Direktur PT.Tonia.

Ke-tiga saksi tidak bisa hadir di persidangan, tertera dalam Berita Acara Penyelidikan (BAP) perkara tipu gelap investasi kerjasama tambang nikel dengan Venansius Niek Widodo.

Melalui, hasil persidangan, inti keterangan ke tiga saksi yang dibacakan JPU berupa, bahwa tidak ada pelaksanaan penambangan nikel di Kabaena Kendari Sulawesi Tenggara.
” Semua saksi menyebutkan, tidak ada pekerjaan penambangan nikel ataupun kerjasama dengan terdakwa. Jadi fiktif semua,” papar JPU.

Atas keterangan ke-tiga saksi yang dibacakan JPU, terdakwa saat diberi kesempatan guna memberikan tanggapannya justru terdakwa malah tidak memberi tanggapan atas keterangan ke-tiga saksi tersebut.

Usai persidangan, saat dikonfirmasi terkait ketidak-hadiran para saksi JPU menyampaikan, bahwa ada surat keterangan yang membuktikan alasan tidak hadir.
” Ada mas, ada surat keterangannya dan sudah kita panggil secara patut dua kali. Ya karena kondisi saat ini serta mereka bekerjanya di Sulawesi maka dari itu kita bacakan,” terangnya.

Masih menurutnya, semua sudah dibawah sumpah. Tadi terdakwa sudah setuju juga.
MET.