Connect with us

Hukrim

Terjerat 3 Kasus Yang Sama, Venansius Niek Widodo Tidak Ditahan. 3 Keterangan Saksi Yang Dibacakan JPU Sebut, Proyek Tambang Nikel Fiktif.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan atas perkara tindak pidana penipuan yang melibatkan Venansius Niek Widodo sebagai terdakwa kembali jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya pada Kamis (20/5/2021).

Sebagaimana dalam data SIPPN Surabaya, terdakwa terjerat perkara yang sama untuk yang ketiga kalinya. Bisa dibayangkan, berulang kali terjerat tindak pidana yang sama terdakwa layak disematkan dengan sebuah kalimat residivis.

Dipersidangan, Yusuf Akbar selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya, tampak membacakan keterangan ke tiga saksi.

Adapun ke-tiga saksi yang dibacakan JPU yaitu, Ishak selaku, Direktur PT.Rockstone Mining Indonesia (RMI), Nining Rahmatia sebagai pegawai Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara dan Haesyid Harun, Direktur PT.Tonia.

Ke-tiga saksi tidak bisa hadir di persidangan, tertera dalam Berita Acara Penyelidikan (BAP) perkara tipu gelap investasi kerjasama tambang nikel dengan Venansius Niek Widodo.

Melalui, hasil persidangan, inti keterangan ke tiga saksi yang dibacakan JPU berupa, bahwa tidak ada pelaksanaan penambangan nikel di Kabaena Kendari Sulawesi Tenggara.
” Semua saksi menyebutkan, tidak ada pekerjaan penambangan nikel ataupun kerjasama dengan terdakwa. Jadi fiktif semua,” papar JPU.

Atas keterangan ke-tiga saksi yang dibacakan JPU, terdakwa saat diberi kesempatan guna memberikan tanggapannya justru terdakwa malah tidak memberi tanggapan atas keterangan ke-tiga saksi tersebut.

Usai persidangan, saat dikonfirmasi terkait ketidak-hadiran para saksi JPU menyampaikan, bahwa ada surat keterangan yang membuktikan alasan tidak hadir.
” Ada mas, ada surat keterangannya dan sudah kita panggil secara patut dua kali. Ya karena kondisi saat ini serta mereka bekerjanya di Sulawesi maka dari itu kita bacakan,” terangnya.

Masih menurutnya, semua sudah dibawah sumpah. Tadi terdakwa sudah setuju juga.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending