Syaiful Arifin Pegawai Dinas Ketahanan Pangan Pemkot Surabaya, Terjerat Tindak Pidana Penipuan.

168

Surabaya-basudewanews.com, Syaiful Arifin, Pegawai Negeri Sipil (PNS),Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemerintah Kota Surabaya, harus jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, lantaran terjerat sebuah tindak pidana penipuan.

Sebagaimana dalam dakwaan Suwarti selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Syaiful Arifin ditetapkan sebagai terdakwa dengan jeratan pasal 378.

Syaiful Arifin, disangkakan telah merugikan beberapa korban terkait,  pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan penempatan di wilayah Jawa Timur pada medio 2014.

Dipersidangan, yang beragenda mendengar keterangan para saksi, tampak JPU menghadirkan Tatang Budianto,Fahmi Januar Syaiful R dan Abdullah.

Adapun, Abdulah mengawali keterangannya, yang diawali perkenalan dengan terdakwa melalui, Kamariah.
” Dirumah Abdulah area Pamekasan Madura, ia bertemu dengan Kamariah dalam rangka Silaturahmi. Melalui perkenalan tersebut, Kamariah menyampaikan informasi bahwa terdakwa memberi informasi adanya pengangkatan CPNS, namun jalurnya mesti Honorer K2 untuk perkantoran tanpa tes dengan penempatan di wilayah Jawa Timur,” bebernya.

Selang berikutnya, ia berkunjung ke rumah  terdakwa di Jalan Wiguna Selatan,Surabaya.
Dalam pertemuan, selain bisa membantu proses pengangkatan CPNS melalui Honorer K2 untuk perkantoran tanpa melalui tes terdakwa juga menjanjikan jangka waktu sekitar 6 bulan sudah ada SK Pengangkatan Honorer K2.
”Melihat nama Tatang Budianto dan Fahmi Januar Syaiful Rakhman sudah masuk dalam daftar yang akan diajukan NIP membuatnya yakin dan percaya terhadap terdakwa sehingga saksi Abdullah menyerahkan uang sebesar 200 Juta. Sedangkan Syaiful Rakhman menyerahkan uang sebesar 150 Juta ,” paparnya.

Sesi berikutnya, Suparno selaku, Majelis Hakim mencerca pertanyaan terhadap terdakwa berupa, permintaan uang 200 juta dan 150 juta untuk jadi PNS. Hal ini, di amini oleh, terdakwa
“Benar Yang Mulia ,” timpal terdakwa.

Lebih lanjut, terdakwa menyatakan sudah ada pengembalian sebesar 75 juta dan diserahkan ke Abdullah.

Secara terpisah,Novli Bernado Thyssen selaku, Penasehat Hukum terdakwa kepada basudewanews.com, mengatakan bahwa kliennya sudah ada itikad baik.
” Pada medio November 2020, kliennya mengatakan, ada pertemuan di resto laksana jaya. Kliennya menyerahkan uang 75 juta ke Abdullah yang disaksikan penyidik Polrestabes Surabaya, namun klien kami mengatakan uang tersebut oleh Abdullah langsung diserahkan ke menantunya bernama Chairil yang mengaku berdinas di Polres Pamekasan, kami sudah memiliki saksi yang mengetahui persis bahwa  Abdullah benar-benar ada penyerahan uang 75 juta dan saksi akan kami hadirkan di persidangan ,” pungkasnya.        MET